Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Bunga bank
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Tanya:

Segala puji dan syukur kepada Alloh SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya. Salam dan sholawat atas junjungan Rosululloh Muhammad s.a.w. beserta kelurga dan para sahabatnya.

Kepada yang terhormat para pengasuh konsultasi dan penggerak pesantren virtual, saya do'akan semoga senantiasa sehat dan selalu mendapat limpahan taufik dan hidayah serta rejeki yang berlimpah dari Alloh SWT, sehingga akan selalu istiqomah dalam rangka mendakwahkan Islam melalui internet ini.

Bersama ini saya hendak mengajukan pertanyaan dan mohon tanggapan sbb.:
  1. Apakah dalam forum ini menanyakan berulang kali untuk suatu masalah yang berlainan?
  2. Bagaimanakah tanggapan dan penjelasan Bapak mengenai bunga bank?
  3. Kalau kita berpendapat bahwa bunga bank dari tabungan dinyatakan haram, apakah boleh uang dari bunga bank tersebut disumbangkan untuk kegiatan kegiatan/perjuangan Islam?
  4. Bagaimana cara menghitung objek zakatnya dari uang tabungan dibank, apakah dihitung dari saldo total termasuk bunga bank ataukah dihitung setelah dikurangi dari bunga bank?
  5. Bagaimana saran Bapak untuk memperlakukan bunga bank tersebut supaya bisa dimanfaatkan?
Saleh M. - Surabaya

Jawab:

Saudara Saleh,

Pertama, saya sampaikan trimakasih atas doanya. Selanjutnya mengenai pertanyaan-pertanyaan Saudara, jawaban saya berikut ini:
  1. Kami tak membatasi kesempatan bertanya. Silahkan bertanya berulangkali, dengan persoalan-persoalan yang berlainan. Tapi juga harap sabar menunggu, karena saking banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang harus diselesaikan. Sering terjadi pula pertanyaan yang berulang-ulang dalam satu masalah. Kami mengarsipnya di website. Kami sarankan bagi anggota baru, sebelum menyampaikan pertanyaannya agar menengok website kami (www.pesantrenvirtual.com). Siapa tahu pertanyaan yang mau diajukan ternyata sudah terjawab di situ. Silahkan buka halaman-halaman Fikih Keseharian, Tanya Jawab, dan artikel-artikel lainnya.

  2. Memang ada fatwa dari beberapa ulama Islam kontemporer yang mengatakan bahwa bunga bank tidak termasuk riba dengan alasan antara lain, bahwa riba terjadi apabila transaksi dilakukan antar dua individu, sedangkan bank bukan merupakan individu.

    Namun sebagian besar ulama memfatwakan bunga bank riba, karena bunga termasuk uang tambahan yang telah ditentukan prosentasenya berdasarkan waktu. Itu termasuk riba "ziyadah" (uang tambahan dari hutang atau pinjaman berdasarkan waktu). Banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkan riba haram, seperti dalam al-Qur'an surah al-Baqarah ayat 275-276, hadist Bukhari dan Muslim dari Abi Sa'id al-Khudri dan lain-lainnya, demikian juga telah terjadi konsensus ulama atas haramnya riba. Dalil-dalil tentang riba cukup jelas, sehingga tidak perlu dijelaskan lagi di sini.

    Apabila prosentasi bunga tidak ditentukan jumlahnya, namun didasarkan kepada pendapatan/keuntungan bank atau peminjam, maka bunga di sini termasuk hasil bagi untung dalam transaksi mudlarabah yang dihalalkan.
Fatwa-fatwa ulama terkemuka mesir yang menganggap bunga bank termasuk riba antara lain:
  1. Syaikh Jadul Haq Ali Jadul Haq.
  2. Syaikh Muhammad Mutawalli Sya'rawi.
  3. Syaikh Muhammad al-Ghazali.
  4. Syaikh Yusuf Qardlawi.
Syaikh Jadul Haq dalam fatwanya menyatakan bahwa uang tabungan di bank yang menggunakan sistem bunga ditentukan (dalam hal ini termasuk riba), bunganya tidak wajib dikeluarkan zakat, namun sebaiknya disedekahkan (fatwa tahun 1980). Dan apabila uang pokoknya mencapai nisab (kurang lebih senilai 85 gram emas) dan telah mencapai setahun maka itulah yang wajib dikeluarkan zakatnya, yaitu sebesar 2.5%.

Dari pendapat para ulama tersebut, nampaknya akan lebih baik disedekahkan kepada fakir miskin, daripada disumbangkan untuk kegiatan perjuangan Islam. Karena kegiatan perjuangan Islam, sebagai sebuah aktifitas yang suci, layaknya kita biayai juga dengan uang yang bersih, bukan dengan uang yang syubhat atau haram.

Demikian semoga membantu, wallahu a'lam bissowab.


Muhammad Niam
 
 


 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com