Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Wakaf Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Tanya:

Lebih kurang pada tahun 1973 almarhum ayah saya mewakafkan sebidang tanah (lebih kurang 1000 m2), kepada seseorang (Bpk. H. Endi) untuk dipergunakan mendirikan madrasah dan kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi umat, alhamdulillah memang di atas tanah wakaf dari ayah saya itu didirikan madrasah dan pengajian-pengajian bagi ibu/bapak/anak-anak. Hal ini berjalan sampai (kalau tidak salah 1986), sejak orang yang menerima tanah wakaf itu wafat kegiatan/aktivitas madrasah berangsur-angsur surut dan bahkan tutup dan praktis tidak ada lagi kegiatan apa-apa.

Ahli waris Alm. Bpk. H. Endi tidak ada yang melanjutkan kegiatan tersebut dan bahkan bangunan madrasah sudah rusak parah (80%) dan hampir roboh dan tanah disekitarnya ditumbuhi semak belukar dan tumbuhan liar. Jadi intinya tanah tersebut tidak terurus dan tidak ada kegiatan apa-apa.

Apakah tanah yang diberikan ayah saya (wakaf) kepada Alm. H. Endi bisa diambil lagi, karena tidak dimanfaatkan? Apa ada hukum Islam mengatur hal demikian? Apakah akibatnya terhadap saya jika saya mengambil alih/meminta kembali tanah tsb kepada ahli waris Alm. H. Endi?
Mohon jawabannya, sebelumnya saya haturkan terima kasih.


Ridwan - Bogor

Jawab:

Dalam perwakafan itu ada istilah "penentu awal" (munqathi' awwal) dan "penentu akhir" (munqathi' akhir). Penentu awal maksudnya adalah faktor-faktor yang menentukan sah-tidaknya wakaf tersebut saat dilakukan akad, dan penentu akhir adalah faktor-faktor yang menentukan sah-tidaknya barang wakafan tsb utk masa-masa seterusnya. Jika "munqathi' awal" mengatakan sah, maka wakafan tsb tetap sah sebelum "munqathi' akhir" membatalkannya.

Ketika semua persyaratan telah dipenuhi, spt bahwa wakafan tsb dimaksudkan utk pembangunan madrasah, dan telah disetujui oleh pihak pengelola bahwa wakafan tsb mau dimanfaatkan utk pembangunan madrasah, maka "munqathi' awal" telah terpenuhi.

"Munqathi' akhir"nya adalah misalnya wakafan tsb tidak berfungsi sebagaimana yang disyaratkan di awal akad. Karenanya, misal, jika madrasah itu tidak berfungsi lagi wakafan boleh dicabut oleh pihak pewakaf. Baik wakaf tersebut dipasrahkan ke suatu lembaga sosial-keagamaan atau perorangan yang mengurusi orang banyak, jika sudah tak berfungsi lagi wakafan boleh ditarik kembali oleh pewakaf.

Namun begitu, karena sekarang di Indonesia ada badan yang mengurusi wakaf, ada baiknya Anda konsultasikan kepada petugasnya, bagaimana tatacara menarik harta yang diwakafkan.


Red-PV
 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com