Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Apakah makmum harus membaca al-Fatihah? Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   

Tanya:

Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan pertanyaan sehubungan dengan aturan dalam salat berjamaah. Teman saya ada mengatakan bahwa seorang makmum tidak perlu lagi membaca surat al-Fatihah setelah imam selesai membacanya, hanya cukup mendengarkan ataupun menyimak bacaan dari imam. Untuk ini saya mohon penjelasan lebih lanjut, karena setahu saya membaca surat al-Fatihah merupakan salah satu dari rukun qauli dari 13 rukun salat. Dan jika salah satu rukun tersebut tidak terpenuhi, maka salatnya tidak sah.

Rozali - Banjarmasin

Jawab:

Apakah makmum wajib membaca al-Fatihah atau tidak menjadi perselisihan antar ulama. Dalam hal ini mereka terbagi menjadi tiga golongan:
  1. Imam Malik berpendapat bahwa makmum hendaknya membaca al-Fatihah ketika imam tidak mengeraskan bacaannya, yaitu ketika salat Dzuhur dan Ashar. Sedangkan salat-salat yang disunnahkan untuk mengeraskan bacaan (Subuh, Mahgrib, Isyak) makmum boleh tidak membaca al-Fatihah.
  2. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa makmum boleh tidak membaca al-Fatihah di dalam salat apa saja, baik yang disunatkan mengeraskan suara atau tidak. Karena kedudukan makmum mengikuti imam.
  3. Imam Syafi'i berpendapat bahwa makmum hendaknya membaca al-Fatihah dan surat-surat lain dalam salat yang tidak disunnahkan untuk mengeraskan bacaannya (Dzuhur dan Ashar). Sedangkan untuk salat-salat lain (Mahgrib, Isyak, Subuh) hendaknya membaca surat al-Fatihah saja.
  4. Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa wajib hukumnya bagi makmum membaca surat al-Fatihah ketika ia tidak mendengar bacaan imam di dalam salat apa saja (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya'). Dan ia melarang bagi makmum untuk membaca surat al-Fatihah apabila mendengar imam membacanya.
Perbedaan pendapat diantara 4 ulama fiqh diatas timbul dari perbedaan interprestasi atas empat hadis Rasulullah yang menerangkan kedudukan makmum dan imam. Empat hadis tersebut adalah:
  1. "Tidak ada salat bagi orang yang tidak membaca Ummul Kitab". [Riwayat Ibu Huzaimah dan Ibnu Hiban]
  2. Ketika Rasulullah selesai mengerjakan salat "jahriyah" (salat yang dikeraskan bacaannya: Dzuhurdan Ashar) beliau berkata: "Adakah seseorang yang membaca Fatihah ketika salat tadi?" Maka berkatalah seorang lelaki:
    "Saya ya Rasullullah." Kemudian beliau melarangnya. [Hadis riwayat Malik dari Abu Huroiroh]
  3. Ubadah Ibnu Shomit meriwayatkan ketika nabi bersama para sahabatnya telah melakukan salat Dzuhur, beliau berkata: "Aku mendengar salah satu dari kalian membaca ayat-ayat al-Qur'an". Para sahabat menjawab: "Ya". Maka Nabi berkata: "Janganlah kalian membaca sesuatu selain al-Fatihah".
  4. Nabi berkata: "Apabila kalian mendengar imam membaca, maka diam dan perhatikanlah bacaannya".
Nah, sekarang Anda memiliki kebebasan untuk memilih salah satu dari keempat pendapat di atas, mana yang dirasa paling cocok.


Juanda Kusuma

 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com