|
Ditulis oleh Dewan Asatidz
|
Pertanyaan:
Assalamualaikum wr. wb.
Pengasuh PV yang berbahagia, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan:
1. Saya pernah dengar bahwa ada salah satu hadist Rasullulah yang garis
besarnya mengatakan bahwa, janganlah kamu bersujud seperti sujudnya unta,
yaitu lutut duluan daripada tangan. Ini bagaimana Pak Uztad? Rasanya susah
sekali kalau bersujud dengan tangan duluan.
2. Jika kita sedang berpuasa, kemudian pada saat kita tidur (dalam hal ini
tidur siang) kita bermimpi didekati seorang laki-laki (dicium, dicumbu
dsb), apakah ini akan membatalkan puasa kita?
Atas perhatian pengasuh semua saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualiikum Wr. Wb.
Eni Setiawati
Jawaban:
Assalamu'alaikum wr. wb.
1. Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan lain-lainnya telah
menimbulkan perdebatan panjang di antara para ulama. Mazhab Maliki dan para
ulama hadis memakai hadis tersebut dan mengatakan bahwa dalam bersujud
disunnahkan untuk meletakkan tangan di lantai sebelum kedua lutut. Hadis
ini diperkuat dengan berbagai riwayat. Secara logis hadis dengan riwayat
ini memang membingungkan, karena unta sendiri kalau hendak duduk juga
mendahulukan lututnya, namun ada yang berpendapat bahwa lutut unta ada di
kaki depannya. Hadis ini diriwaayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i. Pendapat
Syafi'i dan Hanafi dan sebagian besar ulama mengatakan, dalam sujud
mendahulukan lutut sebelum tangan dengan berlandaskan kepada hadis riwayat
Wail bin Hujr mengatakan "Aku melihat Rasulullah salat mendahukan lutut
sebelum tangan dalam bersujud". (H.R. ABu Dawud Tirmizi Nasai). Menurut
Imam Nawawi dalam kitab Majmu', kedua pendapat dalam masalah ini sama-sama
kuat, karena sama-sama mempunyai hadis yang kuat.
2. Bermimpi, meskipun hingga mengeluarkan cairan tidak membatalkan puasa,
karena ini diluar kesengajaan manusia.
Wassalam
Muhammad Niam
|