Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Kulit hewan kurban untuk bedug Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Juga masalah kulit hewan qurban. Khan juga tidak semua orang doyan kulit ini. Sehingga sering kali dimanfaatkan untuk membuat bedug. Dan lebih bermanfaat sekali bukan. Apakah 2 hal tersebut (kepala hewan qurban sebagai upah penyembelihan dan kulit hewan qurban dibuat bedug) memang benar-benar dilarang dalam fiqih,ataukah bisakah kita mensiasatinya. Ma'af, misal ketika menyerahkan kepala hewan Qurban kepada Tukang Jagal bukan kita niatkan sebagai upah, tapi memang sebagai penyerahan daging qurban.

 

----- Tanya -----

Assalaamu'alaikum wr.wb

Menjelang Hari Raya Idul Qurban ini, ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan kepada Pak Ustadz Pengasuh PV terkait dengan beberapa masalah yang ada di lingkungan kami. Al :

1. Dalam pembagian daging sembelihan, apakah ketentuan pembagiannya sama dengan pembagian zakat (8 asnaf) ataukah mengutamakan lingkungan internal dulu. Dilema yang selama ini terjadi di lingkungan kami juga demikian. Kebiasaan di lingkungan perumahan kami, bila ada warga yang menyembelih hewan qurban, dagingnya di kirimkan (didistribusikan) ke kampung-kampung seberang yang penduduknya rata-rata kurang mampu. Nach, tahun kemarin ada beberapa orang yang menyuarakan bahwa sebaiknya daging hewan kurban tsb. Didistribusikan ke lingkungan perumahan kami dulu baru kalau ada sisa bisa dibagikan ke kampung-kampung seberang

2. Kembali masalah distribusi hewan kurban, dalam fiqih Islam dikatakan semuanya harus dihabiskan /dibagikan. Bahkan sampai kulit dan kepala qurban. Nach, kebiasaan kita selama ini khan orang yang menyembelih mendapatkan bagian kepala (sapi/kambing). Apakah hal itu memang tidak diperbolehkan. Karena memang tidak semua orang (ibu-ibu khususnya) bisa memasak kepala kambing/sapi ini. Juga masalah kulit hewan qurban. Khan juga tidak semua orang doyan kulit ini. Sehingga sering kali dimanfaatkan untuk membuat bedug. Dan lebih bermanfaat sekali bukan.

Apakah 2 hal tersebut (kepala hewan qurban sebagai upah penyembelihan dan kulit hewan qurban dibuat bedug) memang benar-benar dilarang dalam fiqih,ataukah bisakah kita mensiasatinya. Ma'af, misal ketika menyerahkan kepala hewan Qurban kepada Tukang Jagal bukan kita niatkan sebagai upah, tapi memang sebagai penyerahan daging qurban.

Demikian pertanyaan dari kami, atas perhatiannya terucap banyak terima kasih

Wassalaamu'alaikum wr.wb

Fatkhur Rohman, S.Sos

----- Jawab -----

Assalamu'alaikum war. wab.

Dalam ayat :36 surah al-Hajj dijelaskan "Dan telah jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri dan telah terikat, kemudian apabila telah roboh (mati) maka makanlah sebagian dari beri makanlah orang rela dengan apa yang berkecukupan dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur". Dalam hadist riwayat Ibnu Abbas Rasulullah membagi daging kurban menjadi tiga, sepertiga untuk keluarganya, sepertiga untuk fakir miskin dan tetangga dan sepertiga untuk orang meminta-minta" (H.R. Abu Musa al-Asfihani dalam Wadlaif). Dalam riwayat lain Rasulullah s.a.w. bersabda "Makanlah sebagian, simpanlah sebagian dan bersedekahlah dengan sebagian"

Dalam dalil-dalil di atas cukup jelas bagaimana tata cara pendistribusian daging kurban. Menurut madzhab Hanafi, Maliki dan Hanbali sebaiknya didistribusikan menjadi tiga bagian sesuai hadist. Menurut Hanbali boleh juga mengkonsumsi lebih dari setengah dan membagikan sebagian kecil dan begitu juga pembagian menjadi tiga tidak harus sama rata. Menurut madzhab Syafi'i disunahkan memakan sebagian dan diperbolehkan memberi makan orang-orang kaya dengan daging kurban.

Para ulama sepakat mengatakan diharamkan menjual bagian apapun dari hewan kurban. Rasulullah bersabda "Barang siapa menjual kulit hewan kurban, maka ia tidak mendapat pahala kurban" (H.R. Hakim) Maka tidak boleh memberikan kulit kurban kepada penyembelih sebagai upah. Ali R.A. berkata "Aku diperintah Rasulullah menyembelih kurban dan membagikan kulit dan kulit di punggung onta, dan agar tidak memberikannya kepada penyembelih" (Bukhari Muslim).

Memberikan kulit atau bagian lain dari hewan kurban kepada penyembelih bila tidak sebagai upah, misalnya pemberian atau dia termasuk penerima, maka diperbolehkan. Bahkan bila dia sebagai orang yang berhak meneriam kurban ini lebih diutamakan sebab dialah yang banyak membantu pelaksanaan kurban. Bagi pelaku kurban juga diperbolehkan mengambil kulit hewan kurban untuk kepentingan pribadinya. Aisyah r.a. diriwayatkan menjadikan kulit hewan kurbannya sebagai tempat air minum. Memanfaatkan kulit hewan kurban untuk kemaslahatan umum seperti disumbangkan ke masjid untuk bedug, tentu sangat baik.

Menurut Maliki dimakruhkan memberi makan orang non muslim dengan daging kurban. Hanbali mengatakan boleh saja memberi makan non muslim dengan daging kurban, kecuali pada kurban yang wajib, misalnya karena nadzar. Membagikan daging kurban ke wilayah lain, menurut Hanafi dimakruhkan membagikan daging kurban ke wilayah lain, terkecuali bila di sana terdapat keluarga pemberi kurban atau terdapat kaum fakir miskin yang lebih membutuhkan.

Maliki, Syafi'i dan Hanbali mengatakan tidak boleh memindahkan daging kurban ke wilayah lain dalam jarak tempuh sekitar 80 km ke atas, kecuali bila wilayah tersebut sangat membutuhkan, bila jarak tempuhnya tidak begitu jauh maka boleh saja. Untuk lebih jelas lagi dipersilahkan membaca arsip tanya jawab no. : 101, 102, 105 dan 106 dalam situs kami www.pesantrenvirtual.com

Wassalam Muhammad Niam

 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com