Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Jodoh di tangan Tuhan? Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
------- Tanya ------- Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Apakah benar jodoh di tangan Allah? Lalu, apakah kita harus berusaha mencarinya atau kita hanya tinggal menunggu sampai jodoh itu datang? Saya sedang jatuh cinta kepada seorang gadis. Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus berusaha mendekatinya atau saya hanya diam saja menunggu? Demikian saja pertanyaan dari saya. Mohon dijawab karena saya sedang sangat kebingungan. Pandu Wicaksono --------- Jawab --------- wa'alaikum salam wr wb. Buat Pandu yang baik, memang dalam sebuah hadits di sebutkan bahwa jodoh, rejeki dan mati ada di tangan Tuhan, namun bukan berarti kita ngga boleh /perlu berusaha untuk meraih keinginan kita baik dalam mencari rejeki, mencari jodoh ataupun berusaha untuk berobat di kala kita sakit. Jodoh, rejeki atau pun kematian di tangan Tuhan maksudnya; bahwa Allah lah yang sebenarnya yang menentukan, bukan diri kita. Kita diwajibkan untuk selalu berusaha dan Allah yang menentukan keberhasilan usaha kita. Segala keberhasilan yang kita peroleh bukan semata-mata usaha kita, tapi merupakan rahmat Allah, maka nya kita diharuskan untuk selalu bersyukur dengan keberhasilan yang telah kita peroleh, kita tidak bisa merasa sombong dengan apa yang telah kita capai hanya karena kita telah berusaha untuk itu, sebab sering kali kita sudah berusaha maksimal untuk menggapai apa yang kita inginkan namun kita kurang beruntung , itu semata-mata karena Allah belum menghendaki dan kita harus percaya bahwa Allan tidak akan menyia-nyiakan usaha kita begitu saja. Allah pasti akan memberikan balasan-Nya, sehingga kita tidak mudah untuk putus asa di saat tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Begitu juga dengan jodoh, kalau Pandu seneng kepada seseorang dan ingin agar dia bisa menjadi isteri Pandu, tentunya Pandu harus berusaha sekuat tenaga ke arah itu, namun dengan cara cara yang diperbolehkan menurut agama kita, kalau memang dia merupakan jodoh Pandu insya Allah Allah akan melapangkan jalan untuk itu,"al kullu muyassarun lima khuliqo lahu", segala sesuatu akan dimudahkan jalan menuju apa yang dia diciptakan untuknya,kalau pun Pandu sudah berusaha namun belum mendapat kan ,Yakin lah itu memang yang dikehendaki Oleh Allah dan isnya Allah akan diberikan ganti yang lebih baik, kadang kadang kita juga salah dalam berdo'a, kita ngotot minta agar si A atau si B menjadi istri kita, padahal itu belum tentu baik bagi kita nantinya, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, minta lah..Yaa Allah kalau memang si A atau si B baik bagi saya, keluarga saya dan agama maka dekat kan lah kami, kalau memang tidak berilah saya pengganti yang lebih baik . Jadi kira kira dalam masalah apapun kita di tuntut untuk berusaha semaksimal mungkin,kita tidak bisa mengharap kan hujan emas dari langit. "assama laa thumthiru dzahaban" kata pepatah Arab langit tidak akan menurunkan hujan emas" ,dan Allah tidak akan memberikan rejeki kepada seorang pemalas, walaupun Allah mampu. Bukankah burung pun untuk mendapatkan makanannya dia harus keluar dari sangkarnya ?. Begitulah kira kira dalam memahami pesan hadits ataupun ayat al-Qur'an dalam masalah rejeki ,jodoh dan kematian. semoga bermanfaat. wassalam, Muhajirin Abdul Qadir
 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com