Konsultasi Ustadz. Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

Ust. M. Niam

Whatsapp: +998903559836
Ustdzh Kamilia
Ust. Arif Hidayat

Kirim Artikel

Kami menerima kiriman tulisan untuk melengkapi referensi Islam yang termuat di website ini.
Silahkan kirim ke redaksi

Tanya Jawab [445] Tentang Tasmiyah Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Assalamu'alaikum wr. wb. Apakah TASMIYAH (pemberian nama terhadap anak) hukumnya WAJIB? Anak saya telah lahir dan akan di-aqikah-kan pada umur 45 hari (beberapa hari setelah lebaran). Tanya Jawab [445] Tentang Tasmiyah ----- Tanya ----- Assalamu'alaikum wr. wb. Apakah TASMIYAH (pemberian nama terhadap anak) hukumnya WAJIB? Anak saya telah lahir dan akan di-aqikah-kan pada umur 45 hari (beberapa hari setelah lebaran). Wassalam suriani Wa'alaikumussalam wr wb Bapak Suriani, Nama acapkali merupakan kebanggaan bagi seseorang. Namun ironis, nama tak pernah menjadi pilihannya. Kedua orangtuanya-lah yang memilihkan untuknya. Oleh karena itu, dalam Islam, nama yang baik adalah hak anak atas kedua orang tuanya. Kata Nabi Muhammad saw: "Sesungguhkan kalian akan dipanggil kelak di hari kiamat, dengan nama-nama kalian, dan nama-nama bapak kalian. Maka perbaikilah nama-nama kalian." Berkenaan dengan pemberian nama ini, ada perbedaan pendapat diantara ulama. Sebagian mensunahkan pemberian nama di hari kelahiran, dan sebagian lainnya mensunahkannya di hari ke tujuh dari kelahiran anak. Pendapat pertama bersandar kepada praktik Nabi Muhammad saw., ketika beliau memberi nama putra Abu Thalhah, putra Abu Musa, dan putra Abu Usayd. Di mana Nabi malakukannya di hari kelahiran. Selain itu, Nabi Muhammad saw, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, mengatakan: "Dilahirkan untukku, pada malam ini, seorang putra, lalu saya memberikan nama baginya, nama ayahku, Ibrahim." Adapun pendapat ke dua bersandar kepada praktik Nabi Muhammad saw. dalam memberi nama kedua cucu beliau, Hasan dan Husain. Ibunda 'Aisyah ra mengatakan: "RasululLah saw. melaksanakan akekah untuk Hasan dan Husain di hari ketujuh, dan Nabi memberikan nama bagi keduanya." Menurut Imam Bukhari, dan disetujui oleh Imam Ibn Hajar, pemberian nama di hari kelahiran disunnahkan bagi mereka yang tidak hendak menyembelih akekah. Sementara bagi mereka yang hendak berakekah, maka pemberian nama bagi anak disunnahakan di hari ke tujuh. Dengan demikian, sebaiknya Bapak memberi nama anak dahulu, lalu di hari akikah, yang rencananya akan dilaksanakan setelah lebaran, cukup diumumkan bahwa sang anak telah diberi nama fulan bin fulan. Demikian, semoga membantu. Abdul Ghofur Maimoen
 
 

Sumbangkan Donasi

Alamat Donasi:
Bank Syariah Mandiri KCP Jepara
a/n: Kamilia Hamidah
(anggota Dewan Asatidz)
No Rek.:  7063550374

Catatan:
Donasi mohon dikonfirmasikan ke email donasi@pesantrenvirtual.com