Isteri bersedekah/zakat tanpa Izin Suami

Assalamualaikum Wr.Wb Pengasuh yang terhormat, saya seorang istri dgn 3 anak perempuan. Suami dan saya berasal dari keluarga yang berbeda background pendidikan agama dan sosial. Saya sudah terbiasa memberi meski kami sendiri hidup dalam keadaan pas-pasan bahkan kurang. Tapi Alhamdulillah selalu ada rejeki sehingga kami bisa tetap makan & sekolah dengan hasil kerja yang halal. Sedang keluarga suami sangat beda dengan kami. Beliau tidak pernah diajarkan bagaimana memberi dan itu terbawa sampai dewasa. Yang ingin saya tanyakan, apakah sedekah/zakat yang saya keluarkan tanpa sepengetahuan beliau bermanfaat dan diridhoi Allah?? Saya juga seorang karyawati sehingga punya penghasilan sendiri. Selama ini yang saya sedekahkan adalah uang gaji kerja saya & bukan uang dari suami. Saya tidak pernah bilang ke suami atas apa yang selalu saya kerjakan (sedekah) karena beliau bisa marah dan tidak terima (meski itu uang saya). Menurut beliau keluarga kami masih belum saatnya berbuat sepeti itu karena kami (menurut dia) masih belum terlalu berlebih juga. Saya hanya berniat sedekah karena Allah, tidak ada maksud menghianati suami atau apapun. Dan saya melakukannya diam-diam karena saya tidak ingin ribut. Mohon jawaban, agar saya ringan atau mungkin pengasuh punya jalan keluar?? Terimakasih. Wassalam Noer Djannah ——- Jawab ——- Bu Noer yg dirahmati Allah, Hasil kerja istri menjadi hak istri. Karena sebenarnya yg berhak menafkahi keluarga itu suami. Kesukarelaan ibu membantu suami itu membawa pahala sendiri bagi ibu. Oleh karena itu, tindakan ibu suka bersedekah dari uang sendiri tanpa sepengetahuan suami itu sah-sah saja. Tak berdosa. Suami ibu pun tak berhak menuntut dan memarahi. Apalagi kenyataanya dg tetap rajin bersedekah keluarga ibu tak akan kekurangan dan tetap bisa bersekolah. Allah akan melipatgandakan balasan nikmat bagi orang yang suka bersedekah apalagi dalam bulan Ramadan ini. Bahwa ibu merahasiakan tindakan tsb dari suami itu juga tak masalah. Bahkan sedekah sir (secara diam-diam) itu lebih baik daripada terang-terangan. Pesan saya, sebaiknya ibu memilih orang yang ibu sedekahi orang yang sholeh dan betul-betul membutuhkan. Sehingga ibu mantap sedekah ibu itu akan digunakan utk hal-hal yang baik. Sekian dulu, semoga bermanfaat. Arif Hidayat