Jangan Tidur Sebelum Berwitir!

——-
Tanya:
——-

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Mohon dijelaskan hadits "Janganlah pergi tidur dulu sebelum melakukan shalat
Witir".

Apakah yang dimaksud adalah melakukan shalat malam (tahajud)?, karena di
sana ada shalat witirnya?

Saya sering pulang malam (karena pekerjaan), jadi sebelum tidur saya shalat
Witir dulu 3 rakaat. Apakah itu termasuk yang dimaksud dengan hadits tadi?

Terima kasih atas penjelasannya.

Wassalam,
Dindz

——–
Jawab:
——–

Wa'alaikumussalأ¢m wr. wb.

Sebelumnya, dimohon setiap konsultasi untuk menyertakan biodata.

Diantara madzhab-madzhab fikih, hanya Abu Hanifah yang berpendapat wajibnya
shalat witir. Sementara yang lain hanya menganggapnya sebagai sunnat muakkad
[kesunaatan yang benar-benar dianjurkan]. Bahkan kedua murid Abu Hanifah
sebagai pemegang otoritas utama madzhab Hanafiyah juga beranggapan sama,
yakni hanya sunnat muakkad.

Shalat witir adalah "shalat ganjil", yang didasarkan pada hadits Nabi
Muhammad: "Sesungguhnya Allah adalah witr [ganjil] dan mincintai witr [HR.
Abu Daud]. Shalat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk
"mengganjili" shalat-shalat yang genap. Karena itu, dianjurkan untuk
menjadikannya akhir shalat malam. Apabila seseorang berkehendak untuk shalat
tahajjud pada malam hari, maka sebaiknya ia tidak menunaikan salat witir
menjelang tidur, tapi melaksanakannya setelah shalat tahajjud. Namun jika ia
tidak bermaksud demikian, maka sebelum tidur, ia dianjurkan untuk
menunaikannya. Walhasil, shalat witir adalah shalat yang dilaksanakan paling
akhir diantara shalat-shalat malam.

Nabi Muhammad SAW mengatakan: "Jadikanlah witir akhir shalat kalian di waktu
malam". [HR. Bukhari]. "Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka
witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di
akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada
akhir malam masyhudah ("disaksikan") [HR. Muslim].

Adapun waktunya adalah setelah shalat 'Isya hingga fajar. Kata Nabi Muhammad
SAW: "Sesungguhnya Allأ¢h telah membantu kalian dengan shalat yang lebih baik
daripada kekayaan rajakaya, yaitu shalat witir. Maka kemudian Allأ¢h
menjadikannya untuk kalian [agar dilaksanakan] mulai dari 'Isya hingga
terbit fajar". [HR. lima sunan selain Annasأ¢iy]

Demikian,

Abdul Ghofur Maimoen