Jenazah disiksa karena tangisan keluarganya

Pa’ Ustadz saya pernah baca bahwa Rasullah Shallallahu Alaihi wa sallam bersabda : ” Sesungguhnya, seorang jenazah akan disiksa hanya karena tangisan keluarganya .” Yang saya mau tanyakan : Apa dosa jenazah sehingga ia disiksa disebabkan oleh perbuatan yang tidak pernah ia lakukan dan hanya dilakukan oleh orang lain …….?Padahal, Allah berfirman dalam Al-Qur’an ” Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain ” Mohon bantuanya untuk menjelaskan masalh ini. Adakah dalilnya yang menjelaskan hal tersebut? Tanya Jawab [440]: Jenazah disiksa karena tangisan keluarganya Kepada Yth, Pa’ Ustadz saya pernah baca bahwa Rasullah Shallallahu Alaihi wa sallam bersabda : ” Sesungguhnya, seorang jenazah akan disiksa hanya karena tangisan keluarganya .” Yang saya mau tanyakan : Apa dosa jenazah sehingga ia disiksa disebabkan oleh perbuatan yang tidak pernah ia lakukan dan hanya dilakukan oleh orang lain …….?Padahal, Allah berfirman dalam Al-Qur’an ” Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain ” Mohon bantuanya untuk menjelaskan masalh ini. Adakah dalilnya yang menjelaskan hal tersebut? Atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih Wassalam Neli Jawab: Assalamu’alaikum wr. wb. Sdri. Neli, Hasdist yang Saudari tanyakan memerlukan kajian yang cukup panjang lebar. Di sini saya sampaikan ringkasannya. Beberapa ulama berbeda pendapat mengenai maksud dari hadist riwayat Bukhari dll. tersebut yang artinya “Seorang mayit disiksa karena tangisan keluarganya”. Aisyah r.a. pernah ditanyai juga mengenai hadist itu salah seorang sahabat persis seperti pertanyaan Saudari, mengapa seorang mayit disiksa karena tangisan keluarganya padahal dalam al-Qur’an ditegaskan tidak seorang pun menanggung dosa orang lain? Beliau menjawab: “Riwayat itu kurang, lengkapnya ada tambahan seorang mayit yang kafir”. Jadi hadist tersebut ada tambahan kata “yang kafir”. Jadi arti hadist tersebut mayit yang kafir mendapatkan sisa karena ditangisi keluarganya. Ada juga pendapat ulama lain yang mengatakan bahwa maksud menangis tersebut berkaitan dengan tradisi Arab zaman dulu yang mengenal apa yang disebut “niyahah” Yaitu menangis berteriak-teriak dengan suara keras yang dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan mayit sambil menyebut-nyebut kebaikan mayit. Cara menangisnya juga berlebih-lebihan bahkan sampai saat mayit dikuburkan. Inilah yang bisa menyebabkan disiksanya mayit. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa mayit disiksa karena tangisan keluarganya bila ia mewasiatkannya. Ada juga yang mengatakan bila itu merupakan kebiasannya. Pendapat lain mengatakan bahwa seorang mayit yang mendapatkan siksa, karena dosa-dosanya di kuburan adalah pada saat ditangisi oleh keluarganya. —- Sepertinya pendapat Aisyah r.a. dan pendapat yang mengatakan itu “niyahah” lebih mudah dicerna akal. Jadi kalau menangisi mayit sebaiknya tidak berteriak-teriak namun cukup dengan tetesan air mata. Seperti dalam sebuah riwayat ketike putera nabi Muhammad, Ibrahim meninggal, para sahabat melihat mata beliau berlinang air mata sambil menyiramkan air ke makam putera yang baru dikuburkan. Itulah agama kita yang mengajarkan etika bahkan sampai ke tatacara menangisi keluarga kita yang dipanggil olah Yang Maha Kuasa. Wallahu a’lam Wassalam Muhammad Niam