Jimat dan Doa

Tanya:

Saya mempunyai teman yang mempunyai pendapat jika kita ingin meminta sesuatu ataupun mendapat pertolongan Allah harus menggunakan perantara seperti jimat, dll. Karena kalau langsung ke Allah akan lama sampainya. Bagaimana saya menjelaskan kepada teman saya tersebut bahwa hal itu tidak benar (dasar hukum)? Mengingat dalam soal agama teman saya tersebut lebih pintar dari saya (mengaji, shalat, dll.).

Dwi Retno Yuliastuti – Blora

Jawab:

Kalau persoalannya harus menjelaskan kepada sang teman bagaimana, Anda bisa menanyakan kepadanya apa dasar hukum yang ia pakai sehingga ia berpendapat agar doa lekas terkabul harus menggunakan jimat dan sejenisnya. Anda ajak diskusi baik-baik, tanpa ada kesan menggurui, dan sampaikan apa adanya pandangan Anda. Katakan: apa yang benar tidak seperti ini? Persoalan dia tak mau menerima, itu persoalan lain. Yang penting Anda sudah berusaha mengajak.

Dalam al-Qur`an, jelas-jelas hal semacam itu tidak di sebutkan. Anda bisa merujuk al-Qur`an surat al-Baqarah/2: 186 yang artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakan) sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permintaan orang yang berdoa jika ia memohon. Maka hendaklah mereka mematuhi-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu dalam kebenaran".

Perantara yang diperlukan seorang hamba ketika berdoa, adalah kepatuhan dan keyakinan akan kemurahan Allah, bukan jimat. Apakah jimat bisa mempercepat tersampaikannya doa kepada Allah? Allah, sebagaiman firman-Nya di atas, adalah dekat. Begitu seorang hamba berdoa, Allah akan langsung mengetahuinya tanpa diperlukan perantara apa pun untuk mempercepat sampainya doa.

Untuk urusan pengabulan doa, Allah pasti mengabulkan setiap doa yang kita panjatkan (ingat firman-Nya "Aku mengabulkan permintaan orang yang berdoa jika memohon") asalkan–nah, ini perantaranya–kita mematuhi perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, juga kita yakin akan kebesaran dan kemurahan Allah. Perantaranya bukan jimat, tapi ketaatan dan keimanan kita. Wallaahua'lam.

Agak detail mengenai tema ini, silahkan tengok "Tanya Jawab(60) Penggunaan al-Qur'an sebagai Zimat" di website PV.

Shocheh Ha.