Keponakannya kakek

Tanya:

Almarhum kakek saya punya adik perempuan seayah. Adik almarhum kakek saya mempunyai anak perempuan. Pertanyaannya: bolehkah saya menikah dengan anak perempuan adik almarhum kakek saya tersebut? Masalahnya pihak keluarga menentang keras dengan alasan pertalian darah dan "kedudukan" dia lebih tinggi dalam silsilah (saya memanggil adik kakek saya nenek, dan memanggil anak perempuannya bibi).
Terimakasih sebelumnya.

Indra

Jawab:

Saudara Indra,
Wanita yang haram dinikah (yang termasuk mahram) dari pihak yang masih ada pertalian darah adalah:

  1. Istri bapak Anda (jika bapak Anda punya lebih dari satu istri atau Anda punya ibu tiri, maka ia haram Anda nikah).
  2. Ibu, dan terus ke atas: nenek (nenek di sini adalah wanita yang melahirkan bapak atau ibu Anda), buyut (ibunya nenek atau kakek yang melahirkan bapak atau ibu Anda) dan seterusnya, lurus.
  3. Anak perempuan Anda dan terus ke bawah: cucu perempuan Anda, anak perempuannya cucu dan seterusnya, lurus.
  4. Saudara perempuan Anda baik sekandung, seayah maupun seibu (kakak atau adik perempuan Anda).
  5. Bibi Anda, yaitu saudara perempuan bapak atau ibu Anda, baik sekandung, seayah, maupun seibu.
  6. Anak perempuannya saudara (kakak atau adik) Anda, baik anak perempuannya saudara laki-laki Anda maupun saudara perempuan.

Adik perempuan kakek adalah mahram, karena masih satu asal dengan kakek (saudaranya kakek, ketemu di buyut). Tapi anaknya adiknya (keponakan) kakek tidak termasuk mahram, boleh dinikah. Kedudukannya seperti anaknya bibi/tante Anda, sudah bukan mahram lagi bagi Anda.

Demikian, semoga membantu

Shocheh Ha.