Keras dan Lirih Imam Membaca Do'a Qunut

—–
Tanya
—–

Saya ingin bertanya Pak Ustadz, bila kita sedang  berjamaah Sholat Subuh
saat pembacaan Do'a Qunut pada  pertengahan Do'a biasanya Imam tidak menzhahirkan  bacaan Do'a tsb
(di Siirkan) apa maksud dan  aturannya?

Atas penjelasan jawabannya Syukron Katsiran Jazakumullah Khair semoga Allah SWT membalas dengan  kebaikan berlipat ganda  Amiiin.

Wasalam

Yusuf Alhadi

——-
Jawab
——-

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Sdr. Yusuf,

Sampai sejauh ini kami belum menemukan aturan tentang pembacaan do'a Qunut
yang sebagian di Jahrkan dan bagian akhir di sirikan.

Namun, untuk sekedar tukar pengalaman, kami akan ceritakan tentang perbedaan
pembacaan do'a qunut oleh mayoritas jamaah Indonesia dengan jamaah di Mesir.

Di mesir, Imam membaca Qunut dari awal sampai akhir di jahrkan(dengan suara
keras). Sedang makmum mengamini (membaca Amin) sampai pada kalimat " Waqina wasyraf anna birohmatika syarro ma qodhoit. Selanjutnya ketika imam membaca " Fainnaka Taqdhi wa la yuqdho alaika, Fainnahu la yadhillu man walaita", makmum menjawabnya dengan kalimat " Asyhad". Bacaan selanjutnya hingga akhir di jawab oleh makmum dengan kalimat "ya Allah"

Sedangkan di Indonesia, Imam mensirikan bacaan Qunut ketika sampai pada kalimat "Fainnaka taqdhi wala yuqdho alaika" dan seterusnya.

Kira-kira dapat dipahami sbb.:

Kalo kita perhatikan, kalimat do'a qunut dari awal sampai kalimat "Wa qina wasyraf anna birohmatika syarro ma qodhoita", adalah berarti permintaan. Karena itu makmum Mesir menjawab "Amin" (Ya Allah
kabulkannlah permintaan ini). Sedangkan dua kalimat selanjutnya adalah 'kesaksian'. Karena itu makmum
Mesir menjawabnya dengan kalimat "Asyhad" (aku bersaksi). Dan kalimat selanjutnya sampai akhir dapat
digolongkan kalimat pujian. Karena itu dijawab " Ya Allah".

Hal ini terjadi di Mesir dan di negara-negara Arab lainnya, karena para jamaah sholat memahami betul arti
dan maksud yang dibaca oleh Imam. Sehingga dengan pertimbangan ini pula, Imam merasa tidak perlu
mensirikan bacaan bagian akhir dari do'a qunut tersebut.

Adapun di Indonesia, nampaknya sebagian besar makmumnya tidak sama dengan di Mesir, yang mereka tahu
adalah bahwa itu bacaan do'a. Sehingga jika bacaan qunut itu di jahrkan semuanya, maka makmum akan
menjawab "Amin" dari awal sampai akhir. Maka secara arti dan maksudnya menjadi tidak sesuai.

Disamping bacaan qunut yang disirikan oleh imam itu memang sudah tidak mengandung dhomir "na" (yang
artinya kami) lagi, sehingga biasanya makmum meneruskan bacaan qunut tersebut berbarengan dengan
Imam dan dengan siri pula.

Wallahu a'lam bisshawab,
Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu.

Bukhori SA