Keutamaan Umrah di Bulan Puasa

Umrah adalah suatu ibadah yang dilaksanakan di tempat yang telah Allah Swt tentukan, yaitu di Baitullah Haram Makkah al mukarramah, dengan cara (ritual) yang khusus pula. Di mulai dengan niat ihram bagi laki-laki dan perempuan yang dewasa, berakal, mampu secara materi dan merasa aman baik secara fisik ataupun psikis, kemudian shalat sunah ihram di miqat (tempat memulai niat), lalu thawaf sebanyak tujuh kali mengitari ka’bah, dilanjutkan dengan sa’i (lari-lari kecil antara bukit shafa dan marwa), dan diakhiri dengan mencukur rambut (gundul atau sebagian).

Hukum umrah itu sendiri adalah sunah muakkadah, namun ada pula sebagian ulama yang menghukuminya dengan wajib, berdasarkan dalil al-Qur’an:

 

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ

”Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah (QS. al-Baqarah: 196). 

Perintah haji dalam ayat ini disejajarkan dengan perintah melaksanakan umrah yang telah diketahui secara kaidah ushuliyah bahwa setiap perintah dalam al-Qur’an memiliki maksud suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Oleh karenanya sebagaimana haji, umrah pun menjadi wajib hukumnya sekalipun dilaksanakan hanya sekali dalam seumur hidup.

Sebagaimana hadits Nabi juga menyatakan bahwa ”dari pelaksanaan satu umrah ke umrah yang lainnya dapat menggugurkan dosa, dan haji yang mabrur balasannya adalah syurga”( HR. Bukhari)

Sedangkan melaksanakan umrah pada bulan Ramadhan memiliki nilai dan kekhususan tersendiri, karena pada saat yang sama terkumpul dua ibadah yang sangat mulia pula, yaitu puasa dan umrah. Ibadah puasa yang merupakan media pembersihan jiwa umat Islam dari berbagai kotoran baik yang zhahir ataupun yang tersembunyi dalam lubuk hati yang terdalam, dimana pada saat ini kedekatan manusia pada sang khaliqnya begitu terasa. Siang harinya mereka melawan hawa nafsu sementara malamnya mereka menjadi hamba-hamba Allah yang sujud dan tertunduk sembari melantunkan ayat-ayat dan dzikir sambil sesekali tetesan air mata membasahi pipi dan tangan mereka.

Tentu kedekatan antara hamba dan sang khaliq ini semakin bertambah sekiranya pada saat ini sang hamba berkesempatan melaksanakan umrah ke baitullah. Sehingga begitu besarnya keutamaan berumrah pada waktu ini, Rasulullah Saw bersabda, bahwa ”melaksanakan umrah pada bulan Ramadhan pahalanya seperti haji” (HR. Bukhari).

Dapat kita bayangkan, seseorang yang melaksanakan umrah pada bulan ini seperti mereka yang berhaji, tentu hal ini jika diukur dari segi pahala dan ganjaran yang Allah Swt berikan, jika ibadah ini dilakukan dengan menjaga syarat, rukun dan kesuciannya. Dan bukan berarti menggugurkan kewajiban bagi mereka yang belum pernah melaksanakan ibadah haji.

Banyak orang yang mengatakan bahwa melaksanakan umrah pada bulan Ramadhan khususnya pada malam kesepuluh terakhir, memiliki kekhidmatan tersendiri. Manusia tumpah ruah menjadi satu di Baitullah al haram, hampir menyerupai kumpulan manusia di saat musim haji. Di saat shalat tarawih didirikan, sekian ribu manusia pun terlihat khusuk dengan thawaf dan sa’inya. Lebih-lebih pemandangan masjid yang dipenuhi oleh orang yang berlomba-lomba melaksanakan i’tikaf selama bulan puasa, semakin menambah nuansa ibadah begitu indah dan menyejukan hati yang melihatnya.

Banyak sekali pemandangan kebaikan yang dapat kita saksikan pada saat itu, seperti banyaknya orang yang i’tikaf menyediakan santapan berbuka dan sahur kepada mereka yang i’tikaf atau kebetulan berada di Masjid al haram. Dan kita pun yang jika kebetulan berada saat itu akan turut diundang atau diharap untuk bisa memenuhi undangan mereka untuk berbuka dan sahur. Biasanya mereka menyediakan plastik yang memanjang yang berfungsi sebagai alas makanan yang mereka sediakan. Di setiap sudut dan tiang masjid selalu ramai orang yang berlomba-lomba memberikan hidangan berbuka dan sahur. Betapa mereka mengetahui dan menghayati  benar, bahwa memberikan makan orang yang berpuasa, pahalanya sama seperti orang yang melakukan puasa tanpa berkurang sedikitpun.

Tentu pemandangan penuh kebaikan pada bulan dan tempat yang penuh keberkahan ini, tidak selamanya dapat kita temukan pada waktu selain pada bulan puasa seperti ini. Maka sungguh berbahagia bagi mereka yang Allah Swt berikan kesempatan dapat melaksanakan ibadah umrah pada bulan Ramadhan. Dan seharusnya semangat ini bukan didasarkan pada niat pamer atau mendapatkan pujian dari manusia. Akan tetapi tentu harapan dan doa kita, akan mudah Allah Swt kabulkan untuk dapat melaksanakan umrah pada bulan puasa ini, jika niat kita tidak lain, hanya untuk lebih mendekatkan diri kita kepada keridlaan Allah Swt semata dan melihat lebih dekat pemandangan-pemandangan kebaikan yang manusia tampakkan pada tempat dan bulan yang sama ini, sehingga kita bisa mencontoh kebaikan tersebut sekembalinya kita ke tanah air kelak. Amin.