Diupdate terakhir: 14 Mei 2001
   Pesantren Virtual -> Islam Kontemporer -> Edisi 14 Mei 2001

Fokus Ibadah Kita
Mencari Format Perekonomian yang Islam


Mungkin judul di atas terasa agak aneh. Kenapa kata "Islam" tidak sekalian diubah menjadi "Islami"? Dalam hidup secara Islam, kita tidak ingin hanya seperti Islam, atau ala-ala Islam. Hidup secara Islam yang benar adalah menjadi Islam. Bukan hanya Islami saja. Demikian pula mencari format perekonomian Islam.

Masalahnya, kembali ke penggunaan Istilah di atas, apakah tindakan frontal yang seringkali membabi buta dan menutup diri (terhadap berbagai kegiatan ekonomi non-syariah khususnya) itu sudah benar? Soalnya kita sadar, sebagai makhluk yang selalu bekerjasama dengan berbagai bangsa di dunia (dan tentu juga dengan bangsa sekuler) kita paling tidak, pernah mengenal, bahkan pernah memakai sistem perekonomian yang merek pakai. Bahkan kenyataannya, kita pun sehari-hari hidup dalam perekonomian seperti itu. Contoh saja, basis perekonomian Indonesia yang dibantu berbagai macam pendanaan internasional, yang secara gamblang kita tahu mereka semua berbasis ekonomi sekuler. Tentu kita tidak harus berkompromi total dengan perekonomian mereka. Kita harus memperdalam wacana dan hukum kita agar dapat ditemukan apa itu batas-batasnya dengan jelas dan mudah. Dari situlah kita bisa sedikit demi sedikit membangun apa itu yang dinamakan perekonomian Islam.

Tetapi apa itu perekonomian Islam? Terus terang kita sangat kurang memperhatikan perkembangan ekonomi khususnya yang berpandangan/berdasar Islam. Pembicaraan hanya berkutat masalah "protes" terhadap gejolak ekonomi "sekuler" global yang bahkan kita selama ini seperti tenggelam di dalamnya.

Tetapi apa lalu kita bisa secara cepat bangkit dan menghindar dari air bah itu. Perdebatan masih berlangsung hingga saat ini. Dan para pakar cendekiawan tampaknya tidak tinggal diam pula. Makin banyak saja seminar, debat, tulisan di media massa, dan berbagai kegiatan yang secara khusus membahas perekonomian Islam (atau yang Islami). Kita harus mengambil untung dari adanya perdebatan wacana ini sebagai khasanah keilmuan dan penjelasan yang komprehensif terhadap perkembangan ekonomi Islam.

Untuk tidak memperpanjang pengantar ini, ikuti dan baca arsip Pesantren Virtual yang membahas masalah perekonomian Islam. Khususnya sebagai pelengkap Anda dalam hidup di jaman yang serba global dan penuh dengan intervensi ekonomi dari berbagai penjuru dunia. Meski tidak begitu lengkap, kami mengharap semoga apa yang ada dapat digunakan. Paling tidak bisa menjadi pembangkit bagi kita bersama untuk menemukan sesuatu yang baru tentang perekonomian Islam. Kami mengharapkan doa Anda juga, semoga perekonomian negara kita dapat bangkit secepatnya.

Wassalam
Pesantren Virtual


Arif R. Widianto



  PesantrenVirtual.com Ramadhan
Zakat
Contoh Tabel Zakat Profesi Pegawai (Pemasukan Tetap)
Contoh Tabel Zakat Profesi Pegawai (Pemasukan Tak Tetap)
Contoh Tabel Zakat Kekayaan (Mâl)

Tanya Jawab
Tanya Jawab(142): Fenomena Kartu Kredit
Bagaimana tentang fenomena maraknya penggunaan kartu kredit (Credit card) yang dikeluarkan oleh bank-bank?

Tanya Jawab(99): Zakat Profesi Tak Ditemukan Di Kitab-kitab Klasik
Ustadz saya ingin menanyakan tentang zakat profesi. Saya baru saja mendengar di pengajian bahwa dalam Islam hanya dikenal 2 zakat yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Tanya Jawab(56): Menyalurkan Zakat(4)
Dari periode 94-98 saya hanya sesekali menabung, jumlahnya tidak tetap. Apakah sekarang saya harus membayar zakat yang seharusnya saya bayar dari 94-98 ??

Tanya Jawab(55): Menyalurkan Zakat(3)
Redaksi Pesantren Virtual, saya mau menanyakan bagaimana cara perhitungan zakat mal, dari penghasilan saya dibawah ini.

Tanya Jawab(54): Kapan melakukan Zakat Fitrah?
Saya ingin menanyakan kapankah dimulainya kita boleh membayarkan zakat fitrah dan kapankah paling lambatnya? Terima kasih atas jawabanya.

Tanya Jawab(45): Status Anak Orang Kafir & Zakat Profesi
Bagaimana perhitungan Zakat profesi. Apakah perhitungan pengeluarannya perbulan atau pertahun. Contoh pendapatan saya perbulan lebih kurang Rp.1500.000,-, sedangkan pengeluaran rutin saya perbulan rata-rata Rp.1000.000,-. Apakah saya harus mengeluarkan zakat profesi atau tidak?

Tanya Jawab(36): Menyalurkan Zakat(2)
Saya ingin bertanya tentang zakat. Saya seorang karyawan, sudah berkeluarga, tinggal di Surabaya. Alhamdulillah, kami sekeluarga dikaruniai Allah rezeqi yang banyak, a.l.: - 2 buah rumah, satu di Jakarta (dikontrakkan, nilai jual rumah sekitar 100 juta, nilai kontrak 3,5 juta/tahun) dan satu lagi di Surabaya (ditempati sendiri, nilai jual sekitar 100 juta).

Tanya Jawab(62): Kapan Emas Perhiasan Wajib Dizakati?

Tanya Jawab(99): Zakat Profesi Tak Ditemukan Di Kitab-kitab Klasik

Pengajian Ramadhan
Pengajian Ramadhan(20): Fikih Zakat 1: Kalkulasi Zakat Mal

Pengajian Ramadhan(24): CERAMAH RAMADHAN: Optimalisasi Zakat

Ikuti materi Pesantren Virtual melalui email anda, tanpa harus membuka web site ini tiap hari. Caranya? Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda:
 

  Halaman Yang Berhubungan
FOKUS Ibadah Kita
FOKUS Sesudahnya