|
Pesantren Virtual
|
|
Tanggal 20 Mei ini, mungkin sangat biasa bagi kita. Namun ingat,
kita mempunyai sejarah tersendiri akan tanggal ini. Ya, tentu
Anda pun masih ingat, 93 tahun yang lalu berdiri sebuah organisasi
pertama di negeri ini. Sebuah negeri yang bahkan belum pernah
diimpikan oleh rakyatnya. Tetapi, momen kesadaran inilah yang
penting.Di saat itu, segelintir pemuda-pemudi Indonesia yang telah mengecap pendidikan (khususnya kedokteran) menyadarkan kita, bahwa kita itu ada. Ada sebuah negeri, dengan rakyat berkuning coklat berambut hitam lurus, juga yang ikal, dan berombak. Negeri yang rakyatnya terpuruk dalam penjajahan selama 3 abad lebih itu bahkan tidak sadar mereka selama ini menjadi sebuah negeri yang dijajah. Saat itulah, kesadaran hati, didukung iman, tawakal, dan doa membangkitkan gelora pemuda untuk menyadarkan kita semua. Lalu bagaimana kita saat ini? Indonesia telah mencicipi kemerdekaan sejak diproklamirkan selama hampir 56 tahun. Namun tuanya usia itu, ternyata belum mematangkan jiwa Indonesia. Semangat Kebangkitan Nasional yang hampir seabad, agaknya mungkin sudah luntur, bahkan mungkin dilupakan. Untuk itulah PesantrenVirtual.com mengingatkan sejenak, saat inilah, mudah-mudahan tidak terlambat dan tidak terlalu memperlambat untuk bangkit kembali. Bangkit dari keterpurukan moral, ekonomi, politik, budaya. Ya, kalau mau pesimis, bangsa kita telah hancur. Namun, kita semua percaya, bangsa yang hancur adalah bangsa yang hilang semangat dan cita-citanya. Syukur, kita masih mempunyainya. Kita juga masih mempunyai semangat kebangkitan Islam yang telah dibawakan Nabi saw. melalui hijrah ke Madinah. Dengan membakar semangat itu---yang disesuaikan dengan konteks dan waktu---kita selalu akan dapat menghangatkan bara di dada, menyuburkan kembali cita-cita kita sebagai bangsa yang selamat (Islam). Kita tidak boleh pesimis akan nasib bangsa ini. Bagi manusia yang beriman, cukup dengan kesadaran, ilmu, dan hati yang sabar, insya Allah akan dapat selalu bangkit memperbaiki diri. Kita yang baru terlepas dari tiran pemimpin yang otoriter, harus kembali menyatukan diri, bangkit kembali, mencuci pemikiran kita dari nilai-nilai yang merongrong kedewasaan bangsa. Bila perlu, seperti yang dipesankan oleh KH. Mustofa Bisri (pengasuh PesantrenVirtual.com), kita harus mengganti kepala-kepala kita semua dengan kepala baru yang jernih, bijaksana, dan dewasa. Wassalam Pesantren Virtual Arif R. Widianto |
| Halaman Yang Berhubungan | |