Memberi Nama Anak

Tanya:

Saya ingin bertanya adakah boleh saya berikan nama anak saya dengan nama Abdul Syakir?
Sekian, terima kasih.

Kahar B Ahmad Sani – Singapura

Jawab:

Saudara Kahar, Sebelum menjawab pertanyaan Saudara, ada baiknya saya tandaskan prinsip-prinsip dalam memberi nama anak. Pertama adalah nama yang indah/baik, sekiranya tidak membuat malu si anak (kelak setelah ia besar). Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasul:
"Sesungguhnya seseorang akan suka menyandang pakaian yang bagus dan memakai sandal yang bagus pula" (maksudnya, adakah demikian ini termasuk kesombongan?). Rasul menjawabnya: "Sesungguhnya Allah itu 'indah' dan suka akan keindahan". HR. Muslim.

Demikian halnya nama. Nama adalah identitas, yang akan diperdengarkan pertama kali ketika seseorang memperkenalkan diri. Sehingga wajar kalau nama seringkali merupakan kebanggaan.

Demikian pentingnya soal keindahan nama, jika sampai seorang anak sudah besar dan namanya jelek, maka tak ada salahnya dan tetap dianjurkan untuk menggantinya dengan yang baik. Pernah suatu ketika Rasul bertanya kepada salah satu sahabatnya: "Siapakah namamu?". "Harb" (perang), jawab Sahabat tersebut. Maka nampak Rasul tidak menyukainya. Pada peristiwa lain Nabi pernah mengganti nama putri Sahabat Umar bin Khattab yang bernama 'Ashiyah (yang melakukan maksiat) diganti dengan "Jamilah" (yang cantik).

Dalam memberi nama kepada anak, Nabi Muhammad -sebagaimana diriwayatkan Ibnu Umar- mengatakan: "Sebaik-baiknya nama disisi Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman". Dan dalam riwayat Ibnu Mas'ud: "Sebaik-baiknya nama adalah yang dimulai dengan kata 'Abd". Sementara Imam Malik pernah mengatakan: "Saya mendengar ahli (penduduk) kota Mekkah mengatakan, tidak satu keluargapun yang di dalamnya terdapat nama Muhammad kecuali mereka mendapatkan rizki yang baik". Atas dasar riwayat terakhir inilah banyak penduduk Mesir yang memberi nama salah satu anaknya dengan Muhammad.

Adapun "Syakir", ia termasuk nama Allah swt, walau tidak termasuk "Asmaa`ul Husna". Ia merupakan kata sifat (adjective) bagi Allah, terdapat dalam al-Qur'an surat al-Baqarah 2:157 dan an Nisaa' 4:147, yang berarti Zat yang maha mensyukuri. Maka dengan ini, dapat disimpulkan bahwa nama Abdus Syakir adalah di antara nama-nama yang baik sebagaimana diajarkan oleh Nabi.

Abdul Ghofur Maimoen