Memelihara Anjing

Tanya:

Pertanyaan 1.
Saya tinggal di Amerika Serikat, yang mana banyak orang memelihara anjing (watch dog) untuk alasan keamanan. Anjing ini kami letakkan di luar rumah dan tidak pernah masuk kedalam rumah.
Yang menjadi pertanyaan saya, adakah hukum islam yang melarang umatnya untuk memelihara anjing?
Terima kasih.

D. Perwitasari – Nashville USA
————-
Pertanyaan 2.
Ustadz, saya mau menanyakan mengenai hukumnya memelihara anjing bagi umat Islam dengan niat untuk menjaga rumah dan bagaimana pula hukumnya membeli anjing. Karena saya pernah mendengar bahwa jika seorang umat Islam memelihara anjing, maka rumahnya tidak akan didatangi oleh malaikat, tapi saya pernah juga membaca di suatu artikel majalah, kalau ada beberapa kyai yang membolehkan kita memelihara anjing asalkan tidak masuk ke dalam rumah dan tidak terkena najisnya.
Mohon penjelasannya dan terima kasih banyak.

Imelda – Jakarta

Jawab:

Agama Islam adalah agama kasih sayang, perdamaian dan humanis. Oleh sebab itu, maka syari'at islam memiliki tujuan tujuan (maqosid as-syari'ah) yang harus dijaga dan dipenuhi. Tujuan tujuan itu adalah:

  1. Menjaga agama (hifzu al-dien)
  2. Menjaga akal (hifzu al-aqlu)
  3. Menjaga kehidupan (hifzu al-nafs)
  4. Menjaga generasi (hifzu al-nasl)
  5. Menjaga kehormatan (hifzu al-'irdh)

Tujuan-tujuan inilah yang menjadi barometer di dalam hukum halal, haram, makruh (dibenci), dan mubah (boleh) dan lain-lain. Sehingga bila ada perbuatan yang akibatnya dapat merusak salah satu tujuan dari 5 tujuan tersebut, maka hukumnya haram. Contoh: meminum minuman keras atau 'ngedrugs' itu hukumnya jelas haram. Alasannya, perbuatan itu bisa merusak akal, yang mana ini sangat bertentangan dengan tujuan syari'at yang nomor dua yaitu penjagaan akal (hifzu al-'aql). Begitu juga sebaliknya.

Adapun masalah pemeliharaan anjing, maka kita dapat melihat, apakah maksud pemeliharaan itu untuk menjaga salah satu tujuan syari'at atau tidak? Atau, dengan kata lain, untuk kemaslahatan manusia atau tidak? Jika iya, maka hukumnya boleh, dan apabila tidak, maka hukumnya haram. Hal ini dikuatkan dengan hadist-hadist Nabi yang menerangkan tentang kebolehan memelihara anjing dengan tujuan untuk penjagaan atau untuk berburu.

  1. Nabi berkata: "Barangsiapa memelihara anjing, maka pahalanya akan berkurang satu qiroth setiap harinya. Kecuali anjing untuk berburu dan anjing penjaga kebun" (HR: Jama'ah)
  2. Nabi berkata: "Barangsiapa memelihara anjing tidak untuk keperluan berburu atau penjagaan, maka pahalanya akan berkurang sebanyak satu qiroth setiap harinya" (Mutfaquh 'Alaihi) Kesimpulannya, memelihara anjing untuk kepentingan penjagaan atau berburu itu diperbolehkan. Tetapi diapun harus berusaha menjaga diri dari najis yang timbul dari hewan tersebut.

Juanda Kusuma