Mencintai Tidak Berdosa?

Tanya:

Begini, Pak ustadz, kurang lebih 7 bulan yang lalu saya kenalan dengan seorang ikhwan. Dan kebetulan ikhwan itu tahu banyak tentang Islam. Dia rajin sekali menjalankan ibadah baik wajib maupun sunnah. Lalu dia juga mengajarkan banyak hal tentang Islam kepada saya, sampai akhirnya sekarang ini saya banyak berubah. Sudah enam bulan ini alhamdulillah saya menggunakan jilbab dan rajin menjalankan ibadah.

Setelah kenal ikhwan ini lebih jauh lagi, akhirnya saya menaruh hati padanya dan berharap kelak dia akan menjadi suami saya.

Pak ustadz apakah yang saya lakukan ini dosa, karena saya merasa saya terlalu berlebihan menyanyangi dia, saya selalu mengikuti nasehatnya selama nasehatnya itu baik buat saya dan agama saya.

Saya mohon jawaban dari Pak ustadz, apa yang harus saya lakukan? Mohon data pribadi saya dirahasiakan karena saya tidak ingin diketahui banyak orang, terima kasih.

Triestin

Jawab:

Saudari Triestin yang baik,
Tentang perasaan sayang yang berlebihan terhadap ikhwan yang banyak memberi pengetahuan agama, itu bukan suatu dosa. Perasaan demikian itu sangat wajar dan manusiawi. Baru menjadi dosa ketika terjadi hal-hal yang negatif, seperti -yang sering terjadi antara dua sejoli- berkhalwat (berdua-duaan) karena hal ini bisa mengundang munculnya nafsu dan syahwat yang akan mengajak ke kemaksiatan yang lebih besar, atau mengikuti nasehatnya yang bukan karena Allah atau perintah agama, dan menomorsatukan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan saudari dengannya semata.

Namun bila hubungan itu justru membawa pengaruh positif dan perubahan yang disyariatkan agama, justru itulah yang dikehendaki. Jadi hendaknya Saudari mampu menjaga keseimbangan antara hubungan Saudari dengannya dan hubungan Saudari dengan Allah atau mampu mengontrol perasaan itu dengan baik. Seperti ini agama tidak melarang.

Adapun keinginan Saudari agar suatu saat kelak ikhwan tersebut menjadi pendamping hidup, asalkan dengan doa dan upaya yang sesuai dengan ajaran agama Islam adalah sah-sah saja.

Demikianlah jawaban kami, semoga membantu.

Kuni Khoirunnisa