Mencium Tangan dan Berpelukan Sesama Jenis

——- Tanya ——- Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Saudara, Antara syariat Nabi Muhammad (Islam) ialah menyebarkan salam. Dalam masyarakat pada hari ini, antara yang menjadi kelaziman ialah si anak mencium tangan orang tuanya, rakyat mencium tangan pemimpin/sultan. Selain itu ada juga si isteri mencium tangan si suami. Soalnya, apakah perbuatan si isteri mencium tangan si suami itu merupakan sebahagian daripada syariat Islam? Apakah yang sisyariatkan olwh Islam dalam perkara "cium tangan" dan "berpeluk-pelukan sama ada lelaki dengan lelaki atau wanita dengan wanita" ketika bertemu selepas sekian lama berpisah"? terima kasih. ——— Jawab ——— Assalamu'alaikum wr. wb. Agama Islam mengajarkan menyebarkan dan membudayakan salam pada saat kita bertemu dengan saudara kita, namun tidak berarti melarang ungkapan penghormatan selain salam, sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Berpelukan sesama jenis atau berciuman, ataupun mencium tangan, apalagi bila disertui juga dengan salam tentu tidak dilarang agama. Beberapa riwayat yang menerangkan itu dari Rasulullah dan para sahabat telah banyak ditulis oleh para ulama terdahulu. Siddiq al-Ghimari al-Magribi pernah menulis buku berjudul "I'lamun-Nabil fi Jawazi-t-Taqbil" (Petunjuk Pintar tentang bolehnya breciuman). Di antara riwayat-riwayat tersebut : 1. Rasulullah s.a.w ketika menerima kedatangan Ja'far bin Abi Thalib dari Habashah, beliau memeluk dan mencium antara kedua matanya. 2. Para sahabat ketika datang dari pertemuan Mu'tah mencium tangan Rasulullah. 3. Ketika Allah menerima taubat para Sahabat yang tidak ikut perang Tabuk, mereka meluapkan kegembiraan mereka dengan mencium tangan Rasulllah. 4. Dua orang yahudi ketika bertanya Rasulullah tentang sembilan ayat Allah, mereka mencium tangan dan kaki Rasulullah lalu mereka masuk Islam. 5. Ketika Umar berkunjung ke Syam, Abu Ubaidah mencum tangan beliau. 6. Zaid bin Tsabit pernah mencium tangan Abdullah bin Abbas, karena ilmunya dan karena beliau termasuk ahlul bait. Itulah beberapa riwayat tentang mencium tangan dan pelukan, dengan tujuan penghormatan dan pemuliaan. Tidak ada salahnya seorang isteri mencium tangan suaminya sebagai penghormatan dan pemuliaan, karena itulah kewajibannya. Dalam sebuah hadist dikatakan "Andaikan diperbolehkan seorang bersujud kepada orang lain, tentu akan aku perintahkan seorang isteri bersujud kepada suaminya" (H.R. Ibnu Majah). Semoga membantu, Wassalam Muhammad Niam Dari Fatawa Azhariyah : oleh Syeh Atiyah Saqr, tahun 1997.