Menerima Sumbangan untuk Masjid dari Non-Islam

——- Tanya ——- Yth. Pengasuh Pesantren Virtual. Assalamu'alaikum Wr. Wb. Dalam kegiatan rutin yang saya lakukan, yaitu memandu pembahasan persoalan agama dan lainnya. Saya selalu mendapatkan pertanyaan begini : Untuk membangun sebuah tempat ibadah termasuk seluruh kegiatan Islam lainnya, tiba-tiba kita mendapatkan sumbangan dari orang non-islam (material maupun uang), baik secara jelas kita ketahui maupun yang tidak diketahui (bahwa sipenyumbang non-islam). Bagaimana hukumnya ? dan bagaimana cara menyikapinya ? Terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. MM Asrori ——— Jawab ——— Assalamu'alaikum wr. wb. Menurut pendapat Hanafi, waqaf atau pemberian untuk umum dari non muslim, tidak sah bila itu tidak termasuk ibadah menurut mereka dan menurut Islam. Pemberian atau waqaf untuk masjid jelas merupakan ibadah menurut Islam, tapi menurut mereka tidak merupakan ibadah, maka hukumnya tidak sah. Menurut madzhab Syafi'i (banyak diikuti oleh masyarakat Indonesia), wakaf atau pemberian dari non muslim, hukumnya sah, karena persyaratan wakaf adalah dengan sukarela dan dari orang yang sah melakukan amal. Madzhab Syafi'i tidak melihat dari aspek tujuannya, namun lebih pada unsur akadnya. Dalam kitab Bujairami (3/268) dikatakan, meskipun mereka memberikan tidak untuk tujuan tabarru' (ibadah) pemberian mereka tetap sah, karena yang terpenting adalah tujuan kita menggunakannya untuk ibadah, seperti juga pemberian mushaf al-Qur'an dan kitab-kitab ilmiyah lainnya, boleh kita mengambilnya demi membantu umat Islam menjalankan ibadah mereka. Penerimaan kita untuk tujuan ini juga akan memberikan rasa kemuliaan dalam hati mereka, yang mana Ini lebih baik dari pada menolaknya yang justru akan menyebabkan mereka sama sekali melupakan dan tidak saling mempedulikan. Mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan sesama manusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, demikian juga saling membantu dalam meningkatkan ketaatan kepada Allah sangat dianjurkan agama kita dan begitu agama lain. Rasulullah dalam sebuah riwayat pernah menyisihkan sebagian sedekah untuk diberikan kepada Ahli Kitab. Ini merupakan tauladan dari beliau bahwa tolong menolong untuk mewujudkan kemaslahatan umum adalah tugas semua pemeluk agama. Wallahu a'lam bissowab. Wassalam Muhammad Niam