Mengalihkan Nadzar

Tanya:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya dan suami mempunyai nazar, apabila saya hamil dan keadaan janinnya sehat (saya telah keguguran sebanyak 3x), kami ingin memberi karpet untuk mesjid tertentu di kampung halaman suami saya. Ketika nazar tersebut, akan dilaksanakan ternyata mesjid itu baru saja memperoleh karpet baru untuk seluruh masjid. Pengurus mesjid mengusulkan bagaimana apabila diganti saja dengan membelikan keramik untuk lantai masjid. Yang menjadi pertanyaan, apakah boleh nazar saya tersebut diganti menjadi barang lain, sedangkan nazarnya adalah membelikan karpet untuk mesjid tersebut.

Demikian pertanyaan saya, saya sangat menunggu sekali jawabannya karena saya ingin sekali membayar nazar tersebut. Saya ucapkan terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb
-Rini-

Jawab:

Mbak Rini, tentunya semua nadzar itu mestinya kita laksanakan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt. Karenanya, mayoritas ulama berpendapat bahwa nadzar mubah, seperti bernadzar "Kalau lulus ujian, nanti saya akan makan ayam Kentucky", hukumnya juga tidak wajib dipenuhi, karena pada dasarnya makan itu hukumnya mubah. Apalagi nadzar melakukan kemaksiatan, seperti "Jika saya dapat pekerjaan, saya akan minum wisky di hari pertama", maka haram hukumnya memenuhi nadzar tersebut, karena minum arak itu sudah jelas haram.

Adapun nadzar spt yang Mbak Rini dan suami lakukan itu nadzar dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yaitu sesuatu yang sunat, dianjurkan. Maka wajib pula hukumnya melaksanakan nadzar tersebut. Namun, pada prinsipnya, semua nadzar yang kita lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT, unsur terpenting di dalamnya adalah "niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT", bukan materi atau pekerjaan yang mau kita sumbangkan atau nadzarkan.

Seperti halnya kasus yang Anda alami, masjid yang semula akan Anda sumbang karpet itu sudah mempunyai karpet, ternyata didahului orang lain yang menyumbang bahan serupa, maka sebaiknya alihkan saja untuk membeli barang lain yang bermanfaat yang tak kalah nilainya dengan karpet yang sedianya mau Anda belikan, seperti vacum cleaner atau apa saja yg dibutuhkan masjid. Alasannya sudah jelas, karena yang penting itu bukan karpet atau materi yang hendak Anda sumbangkan, namun realisasi nadzar itu sendiri.

Belum lagi kalau ditinjau dari segi kemanfaatan: karena masjid yang mau Anda sumbang itu sudah memiliki bahan serupa, kita hindari abats [percuma] dan tabzir [pemborosan].

Bahkan tidak sekedar mengalihkan membeli barang lain selain karpet, Anda juga bisa mengalihkan ke masjid lain selain masjid yang sudah Anda tentukan. Tapi Anda juga harus melihat kondisi. Misalnya saja pengurus masjid yang Anda maksudkan semula sudah tahu bahwa Anda mau bernadzar membelikan karpet, dan bahkan mereka sudah menyarankan untuk membelikan barang lain selain karpet, maka lebih baik Anda menetapkan pilihan ke masjid itu. Anda belikan barang selain karpet.

Tapi, seandainya saja tanpa sepengetahuan pengurus masjid tadi, Anda telah membeli karpet, padahal masjid itu sudah memiliki karpet yang layak, maka sebaiknya karpet itu Anda serahkan saja ke masjid lain yang membutuhkan. Dan nadzar Anda dalam kedua kondisi di atas sudah terlunasi, tak ada tanggungan lagi.
Wallaahu a'lam bisshawaab.

Arif Hidayat