Menghadapi Tantangan Zaman

Tanya:

  1. Saya pernah mendengar bahwa pada akhir zaman ada 73 golongan manusia. Tetapi hanya satu yang masuk surga. Golongan seperti apakah itu? Bagaimana ciri-cirinya? Dimanakah dapat saya temui orang-orang seperti itu?
  2. Saya bingung mengikuti tren kehidupan dunia saat ini. Banyak orang seolah sudah lupa pada akhirat. Hidupnya hanya bersenang-senang saja, terutama kaum mudanya. Mereka lebih sering ke diskotik daripada ke masjid. Jika ditegur, mereka berdalih, "Selagi muda bersenang-senanglah, nanti kalau sudah tua baru bertobat". Saya bingung dan serba salah menghadapi kondisi ini. Sebab, jika tidak mengikuti tren malah dianggap tidak gaul dan ketinggalan zaman. Bagaimana ini?
  3. Apakah ini yang disebut tanda-tanda akhir zaman, di mana semua orang sepertinya sangat cinta pada dunianya? Saya malah menjadi tidak ingin melihat keadaan dunia ini di masa depan, jika saat ini sudah sangat rusak seperti ini. Dunia yang diwarnai diskotik, ekstasi, seks bebas, pelacuran dan semacamnya. Bagaimana saya mampu menjaga keluarga saya kalau keadaannya seperti ini?

Baihaqi, Medan

Jawab:

  1. Golongan yang masuk surga adalah golongan yang tetap mentaati Allah dan Rasul-Nya, berpegang teguh kepada al-Qur`an dan tradisi Nabi (sunnah)–dengan melaksanakan hukum-hukum dan batasan-batasan yang ada padanya. Tak peduli apa pun nama golongannya asalkan mentaati Allah dan Rasul-Nya ia akan masuk surga. Dalam surat al-Nisa'/4: 13 Allah berfirman, "…Barang siapa mentaati Allah dan utusan-Nya maka Allah akan memasukkannya ke dalam sorga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya…"
  2. Ini adalah lahan perjuangan kita. Berbahagialah, karena konsep amar makruf nahi munkar di antaranya bisa diterapkan pada kondisi semacam itu. Begitu pula konsep untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran serta menetapi kesabaran –sebagaimana yang ada dalam surat al-Ashr/103 di atas– menemukan lahannya.
  3. Sekali lagi jangan berputus asa, hanya orang-orang yang tidak beriman yang berputus asa. Ingatlah bahwa kita masih memiliki Allah, Tuhan kita. Allah bisa saja menjadikan seluruh isi dunia ini berbalik dalam sekejap. Jika Allah menghendaki, Allah bisa menjadikan seluruh manusia di muka bumi ini insyaf dan beriman semua kepada Allah. Tetapi, yang dikehendaki oleh Allah dengan kehidupan dunia ini adalah DIA ingin menguji kita semua, siapakah di antara kita yang paling baik amal perbuatannya dan layak mendapatkan kemenangan yang dijanjikan-Nya.

Demikian, semoga dapat membantu.

Socheh Ha.