Menghanduki Air Bekas Wudhu dan Menggunakan Cologne

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertanyaan kami sbb :

1. Apa hukumnya jika kita makan kepiting (hidup 2 alam).

2. Bagaimana hukumnya kalau kita habis mandi dan kemudian wudhu menyeka air yang membasahi tubuh (muka). Saya pernah ditegur istri saya bahwa sebaiknya tidak perlu menyeka air tersebut karena tidak afdol wudhunya. Dan setelah saya coba, kenapa air tersebut malah mengganggu konsentrasi (kekhusyukan) salat saya karena mengalir saat salat?

3. Saya sehabis mandi biasa pakai cologne (saya pakai cologne shanex) dimana mengandung alkohol rendah. Apakah cologne tersebut boleh saya pakai seterusnya walaupun mengandung alkhohol? Cologne tersebut juga sering saya pakai kalau mau salat, biar harum karena mau menghadap Allah).

Demikian dan terimakasih atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Sumarsana-Kalimantan Tengah

Jawab:

1. Mengenai kepiting, pernah dibahas dalam Tanya Jawab(75).

2. Menyeka air bekas wudhu, oleh sebagian ulama Syafi'iyah makruh hukumnya. Seperti yang sudah maklum,Islam yang berkembang luas di Indonesia adalah madzhab Syafi'iyah. Mungkin berdasar pendapat Syafi'iyah itu istri bapak menyarankan agar tidak menyeka air wudhu, karena makruh hukumnya.

Yang kurang afdhal itu bukan wudhunya, tapi menghanduki/menyeka air wudhu itu. Tapi, kalau sekiranya merasa terganggu, sehingga membuat salat tak khusyuk, ya tak apa-apa, sebaiknya dihanduki saja air bekas wudhu itu. Karena dalam ibadah apapun, kekhusyukan itu harus diutamakan.

3. Memakai Cologne yang mengandung kadar alkohol rendah tersebut, menurut saya tak apa-apa. Memang ada yang mengatakan alkohol itu najis, karena dia termasuk arak. Pendapat ini berpegang pada kaidah "kullu muskirin najs" (setiap sesuatu yang memabukkan itu najis), maka demikian pula alkohol.

Namun, di samping kadarnya rendah, pendapat lain mengatakan bahwa alkohol itu jika tidak digunakan dalam jenis makanan maka tak apa-apa. Boleh menggunakannya. Wallahua'lam bisshawaab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Arif Hidayat