Menyambung-Putus Tarawih

Assalamualaikum wr. wb.

Pertanyaan saya:

Pak Ustadz. Saat ini kami memiliki seorang anak yang masih balita berumur 1,5 tahun. Seharian penuh saya bekerja sehingga setiap hendak datang waktu berbuka saya baru ketemu dengan si kecil. Akibatnya saya tidak bisa meninggalkannya ke masjid untuk menunaikan shalat tarawih berjamaah. Akhirnya saya melaksanakan salat ini di rumah saat dia telah tertidur. (Si kecil ini tidurnya pun cukup larut).

Pernah suatu hari saat saya sedang melaksanakan salat tarawih di rakaat yang ke-6, si Dede terbangun dan menangis. Akhirnya memerlukan waktu lama untuk menenangkan dan membobokkannya kembali. Setelah si Dede bobo, dan ternyata wudlu saya pun batal. Akhirnya satu jam kemudian saya baru bisa melaksanakan tarawih. Pertanyaan saya, apakah saya harus mengulangi tarawih dari rakaat awal, atau melanjutkan rakaatnya saja hingga selesai? Terima kasih.

Wassalam.

Baria Akhmad Fikri

Jawaban:

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ibu Baria yang baik, Ibu tidak perlu mengulang kembali shalat tarawih ibu. Cukup melanjutkannya sesuai dengan kemampuan ibu. Kalau karena kesibukan ibu sehingga tidak mampu menyempurnakan rakaat shalat tarawih, juga sudah cukup dianggap sebagai salat tarawih. Salat tarawih adalah ibadah untuk menghidupkan malam bulan Ramadhan dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan lupa, selepas shalat tarawih do’akan buah hati ibu agar kelak menjadi anak yang saleh dan berbakti kepada orang tua.

Wassalam

Kamilia Hamidah
(Editor ME)