Menyampaikan Selamat Natal

Tanya:

Assalamu'alaikum wr.wb

Tanya:
Dilingkungan tempat kerja saya banyak non Muslim. Bagaimana hukumnya jika saya mengirim kartu atau memberikan ucapan selamat Natal/hari besar agama lain. Hal itu semata-mata saya lakukan untuk menghormati mereka sebagai teman, dan saya anggap sebagai bagian toleransi beragama.
Mohon penjelasannya.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Best regards,
SISULIS

Jawab:

Tidak apa-apa untuk sekedar kirim ucapan selamat pada orang Kristen, seperti yang Anda niatkan tersebut. Yang penting kita tetap menjaga akidah kita sebagai muslim.

Bahkan dalam menerangkan latar belakang turunnya ayat "Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yan gditurunkan kepada mereka yang, sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungannya." (Ali Imran: 199), seorang ahli hadis, Qatadah, mengatakan: "Ayat ini diturunkan pada seorang Najasyi (yang saleh), beragama Nasrani. Ketika dia meninggal, Rasul saw. mengajak sahabat-sahabatnya untuk menyalatinya. "Berangkatlah kalian menyalatkan kawan kalian yang barusan meninggal." Para sahabat bertanya: "Siapa dia ya Rasul?" Jawab Rasul : "Al-Najasyi. Mintakanlah dia ampunan."

Orang-orang munafiq yang mengetahui kemauan Rasul tsb pada mencemooh : 'Lihat orang ini.. yang menyalatkan seorang Nasrani yang belum dikenalnya, dan tidak seagama dengannya. Maka Allah lantas menurunkan ayat tersebut di atas.

Mendekati pemahaman tersebut adalah apa yang terdapat pada ayat 62 dari surah al-Baqarah: "Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." Begitu juga sama dengan surah al-Maidah: 69.

Singkatnya, dari keterangan di atas, kita bisa mengambil kesimpulan:
Kalau sampau urusan menyalati saja diperbolehkan, demikian juga mengawini Ahli Kitab menjadi perselisihan (ada yang membolehkan, ada yang tidak), kenapa sekedar menyampaikan selamat natal saja tidak?

Tentu semua itu kita lakukan dalam batas-batas toleransi, hormat-menghormati, tidak mencampur-aduk akidah. Sehingga, saat menyampaikan selamat natal itu, hati dan akidah kita tetap beriman sebagai muslim sejati.

Wallahua'lam bisshawaab.

Arif Hidayat