Mungkinkah manusia berkawan Jin?

Saya ada pertanyaan mengenai mahluk Allah yang lain yang bernama Jin. Apakah mungkin kita manusia berkawan dengan Jin ? Bila dapat apa hukumnya menurut Quran dan Sunnah Rasul ? Saya pernah mendengar suatu hadits bahwa Rasul pernah bersabda " … kamu sekalian dari golongan manuasia (yg lahir) diberi kawan yang (hampir identik) dari golongan jin … ". Bagaimana pendapatnya ?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Assalamu’alaikum wr. wb.

Saya ada pertanyaan mengenai mahluk Allah yang lain yang bernama Jin. Apakah mungkin kita manusia berkawan dengan Jin ? Bila dapat apa hukumnya menurut Quran dan Sunnah Rasul ? Saya pernah mendengar suatu hadits bahwa Rasul pernah bersabda " … kamu sekalian dari golongan manuasia (yg lahir) diberi kawan yang (hampir identik) dari golongan jin … ". Bagaimana pendapatnya ?

Terima Kasih

Imam Jakarta

Assalamu’alaikum wr. wb.

Menurut pandangan Islam, alam ruh atau dunia halus dibagi tiga, yaitu

1) alam Malaikat,

2) Alam arwah manusia, termasuk hewan dan

3) alam jin.

Alam Malaikat hanya diketahui dan dikendalikan oleh Allah. Pernah Rasulullah merasa rindu dengan Jibril, lalu ketika Jibril datang belau bertanya "Wahai Jibril mengapa engkau tidak mengunjungiku lebih sering?". lalu turunlah ayat "Dan tidak lah ia (Jibril) turun kecuali atas perintah Tuhanmu" (Q.S. Maryam : 64). (H.R. Bukhari). Ini menunjukkan bahwa manusia tidak bisa mengendalikan alam malaikat. Demikian juga, ketika arwah manusia meninggalkan jasadnya, hanya Allah yang tahu bagaimana dan dimana ia berada.

Ada pendapat yang mengatakan arwah nabi-nabi dan syuhada’ ada di kuburan mereka. Ada pendapat yang mengatakan bahwa arwah manusia dikumpulkan Allah dalam wadah-wadah yang digantungkan di Arsy (H.R. Muslim). Ada juga riwayat yang mengatakan bahwa arwah manusia yang masih menanggung hutang akan melayang-layang. Ini semuanya menunjukkan bahwa arwah manusia juga hanya Allah yang menguasainya dan manusia tidak mempunyai kekuatan untuk bisa menembus alam mereka.

Syeh Athiyah Shaqr (Ulama Azhar) menyimpulkan bahwa mendatangkan arwah leluhur, atau kemasukan arwah leluhur adalah ulah jin, karena hanya alam ini yang bisa berkomunikasi dengan manusia. Kemudian alam jin. Banyak kisah yang menceritakan kemampuan manusia menguasai bangsa jin. Nabi Sulaiman juga mempunyai tentara jin. Nabi Muhammad juga pernah menangkap jin dan mencekiknya karena mengganggu salat. (H.R. Bukhari Muslim).

Demikian juga banyak kisah dan riwayat yang menceritakan kerjasama manusia dengan jin. Menurut Dumairi dalam kitan "al-Hayawan al-Kubra" Jin didefinisikan sebagai mahluk halus yang mampu merubah dirinya dengan berbagai rupa, mempunyai akal dan pemahaman, mampu melakukan pekerjaan berat". Jin merupakan mahluk yang benar-benar ada, seperti ditegaskan oleh al-Qur’an, khususnya dalam surah al-Jin, dan kisah nabi Sulaiman yang memindahkan istana Bilqis dengan pertolongan Ifrit.

Beberapa hadist sahih juga menjelaskan keberadaan jin. Mereka ini terbagi dalam berbagai kelompok. Dalam hadist riwayat Abi Tsa’labah al-Khushani Rasulullah s.a.w. menjelaskan bahwa "Jin ada tiga kelompok, ada yang mempunyai sayap dan bisa terbang, ada yang menyerupai ular, dan ada yang bisa berjalan dan bergerak (seperti manusia).(H.R. Tabrani dgn sanad Hasan, Hakim juga mengatakan riwayat ini sahih).

Riwayat ABu Darda’ Rasullah bersabda "Allah menciptakan jin dalam tiga golongan, pertama sejenis ular dan kalajengking dan hewan melata bumi, golongan kedua seperti angin di angkasa dan golongan ketiga seperti manusia mereka mendapatkan pahala dan hukuman" (H.R. Ibnu Abi Dunya).

Terkadang jin juga mencederai manusia, seperti dalam hadist Muslim "Rasulullah melarang anak kaecil keluar setelah maghrib sampai Isya’, karena pada saat itu Syetan (jin) banyak berkelairan". Dalam riwayat Abu Lubabah bahwa Rasulullah melarang membunuh ular yang masuk ke dalam rumah, kecuali yang tumpul ekornya dan yang ada dua nokath putih di atas tubuhnya, karena ini yang menyebabkan mata buta dan menyebabkan keguguran wanita hamil. (H.R. Bukhari Muslim).

Terkadang juga mencuri ,seperti yang pernah terjadi pada zaman sahabat, Abu Hurairah memergoki mereka menyerupai pencuri yang ingin mencuri harta zakat dan sadaqah, ketika diberitahukan kepada Rasulullah s.a.w. beliau mengatakan itu jin. Manusia juga bisa berkomunikasi dengan jin, seperti dalam berapa hadist sahih Rasulullah berbicara kepada jin pergi bersama jin dan membacakan kepada mereka ayat-ayat al-Qur’an, lalu mereka meminta bekal, kemudian Rasulullah memberitahu mereka untuk mengambil tulang (dari hewan yang disembelih dangan menyebut nama Allah) dan kotoran hewan, maka Rasulullah melarang ber istinja’ dengan tulang dan kotoran hewan yang kering, karena keduanya makanan saudara kita" (H.R. Muslim dan Tirmidzi).

Semoga membantu

Wassalam

Muhammad Niam