Musafir Jadi Imam

Tanya:

Apa dan bagaimana hukumnya musafir (orang yang bepergian) mengimami jama'ah yang mukim (tidak bepergian)?

Sunardi – Kaltim

Jawab:

Boleh-boleh saja musafir jadi mengimami salatnya orang-orang yang mukim. Hanya jika imamnya mengqashar salat maka makmumnya menyempurnakan rakaatnya. Jadi misalnya si imam mengqashar (meringkas) salat Dzuhur maka makmumnya menambah sendiri 2 rekaat lagi, setelah imamnya salam.

'Imran bin Husain meriwayatkan, ia berkata: "Saya menyaksikan pembebasan kota Mekkah bersama Rasulullah, kemudian beliau mukim di Mekkah selama delapan belas malam. Beliau tidak melakukan salat kecuali dua rakaat, kemudian beliau berkata kepada penduduk kota (balad): 'Salatlah (lengkap) empat rakaat, karena saya (berstatus) bepergian."

Jadi sebaiknya imam yang hendak meringkas salatnya sebaiknya memaklumkan dulu kepada jamaahnya bahwa ia akan meringkas salat.

Demikian pula diperbolehkan musafir bermakmum pada orang yang mukim.

Arif Hidayat & Abd Ghofur Maimoen