Orang Tua Melarang Memakai Jilbab

—– Tanya —– Assalamu'alaikum wr. wb. Saya punya kawan muslimah yang pengin sekali berjilbab. Tapi terhalang orangtuanya yg melarang dia berjilbab, dgn alasan, gak semua orang berjilbab itu tingkah lakunya baek. Meski sebenarnya tidak semua tuduhan itu benar. Kawan saya ini bingung banget. Yang mau saya tanyakan: 1. Bagaimana hukumnya orangtua yang melarang putrinya berjilbab? Padahal hukum muslimah berjilbab kan wajib? Kalo gak nurutin maunya orangtua, kawan saya takut dibilang anak durhaka. 2. Bagaimana caranya memberi pengertian pada orangtua kawan saya. Karena niatnya untuk berjilbab udah mantep. Dan dia juga udah ngasih pengertian, kewajiban ini niatnya Lillahi ta'alaa, bukan utk sekedar menggugurkan kewajiban aja. Terimakasih atas perhatian dan jawabannya. Jazakumullohu Khoiron. Wassalam, Diana —– Jawab —– Saudari Diana yang baik Masih banyak dari umat Islam yang belum memahami kewajiban memakai jilbab. Kita tidak bisa menyalahkan mereka begitu saja, sebab itu mungkin keterbatasan pemahaman mereka terhadap ajaran agama, atau mungkin kondisi lingkungan dan pendidikan yang mempengaruhinya. Jalan yang terbaik adalah memberi mereka pengertian dan menyadarkan mareka bahwa memakai jilbab merupakan salah satu ajaran agama Islam. Tentu tidak harus dengan cara berkonfrontasi atau bertengkar mulut, apalagi bila yang menghalangi adalah orang tua, pasti mereka mempunyai alasan yang sifatnya duniawi. Jelaskanlah secara halus melalui dialog bahwa memakai jilbab semata demi menjalankan perintah agama. Dan yang lebih penting lagi buktikan dengan berkonsisten memakai jilbab dan dengan sikap yang lebih baik dari sebelum memakai jilbab, insya Allah dengan cara begitu orang tua akan semakin sayang. Tidak usah takut merasa mendurhakai orang tua dengan memakai jilbab, yaitu dengan menyampaikan pengertian bahwa itulah prinsip yang Saudari yakini dan amalkan dari agama Saudari. Memakai jilbab tidak harus menunggu pinter ilmu agama atau nunggu dizinkan. Demikian juga memakai jilbab sama sekali tidak mengurangi peluang mencari kerja atau aktifitas lainnya. Rizqi dan karier kita tidak karena pakaian kita, tapi lebih karena kemampuan dan keuletan kita mengejar dan mencarinya. Ini bisa dilihat di semua lapangan pekerjaan yang baik dan terhormat, pasti saudari akan melihat saudari-saudari kita yang cantik-cantik mengenakan jilbab bekerja di sana, mereka bangga dengan busana muslimah mereka. Wassalam Muhammad Niam Uraian tentang masalah jilbab, bisa dibaca dalam arsip tanya jawab No. : 031, 123 dan 124 di website kami www.pesantrenvirtual.com