Pelaksanaan Salat Taubat

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya ingin sekali menjadi muslim yang baik, baik untuk saya pribadi atau untuk keluarga saya. Saya ingin memulai semuanya dari awal, saya ingin salat taubat. Mudah-mudahan saya masih diberikan kesempatan untuk menjadi orang baik.

Tetapi berhubung saya tinggal di australia, sulit sekali bagi saya untuk mencari buku mengenai bermacam tata cara pelaksanaan salat, terutama salat taubat ini.

Seandainya ada dari saudara-saudara yang bisa membantu saya, dimohonkan bantuannya untuk memberitahukannya. Sebelumnya terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jawab:

Salat taubat itu pelaksanaannya seperti salat-salat biasa. 2 reka'at dg niat salat taubat. Hukumnya sunat. Sesuai penuturan hadis, begitu seseorang merasa telah melakukan dosa, lantas ia berangkat wudhu', melakukan salat 2 reka'at, lalu meminta ampunan Allah, maka Allah pasti mengampuni.
Salat 2 reka'at itulah yang disebut salat taubat.

Namun, membaca email Anda, yang ingin menjadi muslim yang baik dengan bertaubat, perlu saya tandaskan bahwa kebaikan tingkah-laku seseorang itu sangat tergantung pada hatinya. Jika hatinya baik maka seluruh tingkah-lakunya juga baik.

Sebenarnya taubat itu adalah pekerjaannya hati. Sejauh mana tekad hati kita berkehendak utk meninggalkan kemaksiatan. Maka taubat itu adalah penyesalan atas suatu tindakan maksiat, dan kita berjanji utk tidak mengulanginya lagi. Bukan semata pada tindakan lahir salat taubat.

Salat-salat lain pun demikian. Harus diikuti dengan kesadaran batin yang mendalam. Secara lahir, memang salat itu berupa gerakan-gerakan badan, sejak takbirratulihram sampai salam. Begitu seseorang menyelesaikan tugas salat yang berupa gerakan-gerakan itu, maka ia telah bebas dari tanggungan.

Namun coba perhatikan, ternyata ada orang yang masih suka berbohong, tidak suka menepati janji, suka membuang-buang waktu, padahal ia rajin salat. Orang spt ini, tandanya salatnya tidak diterima. Tidak pernah khusyuk dalam salatnya. Hingga salatnya berlalu begitu saja tanpa meninggalkan pengaruh pada tindak-tanduknya sehari-hari. Hatinya tetap keras. Sulit menerima kritik, mudah marah dan emosi terhadap orang yang berbeda pandangan, dll.

Kesadaran mendalam yang kita perlukan adalah bahwa salat merupakan sarana untuk mengingat Allah (dzikrullah). Dengan mengingat Allah, otomatis kita menginstropeksi diri kita, apa saja yang telah kita lakukan dan apa yang harus kita lakukan. Dengan mengingat Allah, dimana Allah kita imani sebagai sumber kebaikan yang tersembunyi, maka kita akan terus berupaya setiap saat untuk berlaku baik. Beginilah fungsinya salat. Wallahua'lam bisshawaab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Arif Hidayat