Pembantu Rumah Tangga Beragama Lain

Tanya:

Saya sedang mencari seorang pembantu rumah tangga untuk mengasuh puteri pertama kami yang baru berusia 2 tahun 8 bulan, dari sebuah Yayasan Penyalur PRT dan kami mendapatkannya. Sambil jalan pulang menuju ke rumah di dalam mobil kami tentunya bertanya2 mengenai segala sesuatunya termasuk agama yang dianut dan ternyata dia beragama Kristen. Saya & suami terus terang tidak cocok setelah mendengar agamanya, kemudian kami tukar kembali ke Yayasan tersebut.

Yang ingin kami tanyakan bagaimana hukumnya menurut agama Islam, kalau kita mempekerjakan pembantu yang lain agamanya?
Apa saja yang efek dan kemungkinannya yang akan terjadi terhadap anak serta rumah tangga kami apabila kami jadi mempekerjakannya? Mohon penjelasannya secara gamblang dan terperinci.

Demikianlah saya ucapakan terima kasih sebelum & sesudahnya atas jawaban yang diberikan.

Wassalam,
Erfi Indah – Jakarta

Jawab:

Ibu Erfi, sebenarnya mengambil pembantu yang lain agama dari kita itu boleh-boleh saja. Tak ada ketentuan yang melarang. Wong mengawini perempuan ahli kitab saja tak apa-apa, kok. Namun, yang perlu kita waspadai adalah bagaimana dia membimbing anak kita nanti. Karena sebenarnya yang paling utama diperhatikan adalah akhlak pembantu. Pembantu yang berakhlak baik akan menularkan akhlak yang baik pada anak. Kalau dibandingkan, baik mana antara pembantu muslim yang akhlaknya tidak baik dengan pembantu non-muslim yang berakhlak baik, jawabnya, ya yang terakhir (non-muslim berakhlak baik) yang lebih baik.

Karena akhlak pembantu inilah yang paling mempengaruhi perkembangan mental anak. Walaupun pembantu itu beragama Kristen, asal akhlaknya baik, dia akan melaksanakan apa yang sekiranya Ibu rela. Dia tak akan mengajari hal-hal yang masuk wilayah agama. Ia hanya mengajarkan hal-hal yang sifatnya akhlak: tidak boleh berbohong, menyayangi sesama manusia, menolong orang yang membutuhkan, adil, taat pada orang tua, rajin, tekun, dan jangan mudah putus asa, dll. Kalau Ibu berpesan agar dia tidak mengajari ini-itu, soal keagamaan, dia juga akan melaksanakan sesuai pesan Ibu.

Namun, saran saya, kalau yayasan itu masih mau menerima penukaran, Ibu sebaiknya minta yang muslim saja. Karena dengan mempekerjakan orang Islam kita melaksakan beberapa hal sekaligus. Apalagi jika pembantu itu pinter mengaji. Maka otomatis akan banyak hal-hal bermafaat yang diserap anak kita. Saat pembantu salat dan berdoa, anak kita akan ikut rajin salat dan berdoa. Bahkan kemungkinan besar pembantu pun akan mengajari membaca al-Qur'an, dll.

Demikian semoga membantu.

Arif Hidayat