Perempuan Membaca Ameen dalam Berjamaah

——-
Tanya
——-

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya menanyakan ttg hukum mengeraskan bacaan amiin bagi istri yang berjamaah
sholatnya dgn suaminya.

Wa'alaikumussalam

Nining

———
Jawab
———

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ameen, artinya Ya Allah kabulkanlah (permintaan/doaku). Boleh dibaca Aameen
atau Ameen.

Lafadz aameen disunnahkan dibaca untuk menutup do'a seperti
dalam sebuah hadist Rasulllah melihat seseorang meratap-ratap meminta
sesuatu, lalu beliau berkata "Mudah-mudahan dikabulkan kalau disempurnakan",
lalu beliau ditanyai "Apa penyempurnaanya?" lalu beliau menjelaskan "Ameen".
(H.R. Abu Dawud). Dalam Hadist lain Rasulullah bersabda "Jibril mengajariku
mengucapkan 'Ameen" setiap kali selesai membaca al-Fatihah". Konon ameen
juga telah diajarkan kepada anbi Harun dan Musa, dalam sebuah riwayat
Rasulullah bersabda "Orang-orang Yahudi paling merasa dengki kepada kita
karena disyariatkan kepada kita salam dan ameen" (Ibnu Majah).

Dalam Sholat juga disunnahkan membaca ameen, sebagaimana dalam sebuah hadist
dikatakan "Kalau imam membaca ameen, maka bacalah ameen, barangsiapa membaca
ameen bersamaan dengan bacaan ameen malaikat, akan diampuni dos-dosa yang
pernah diperbuatnya" (H.R. Bukhari Muslim).

Nawawi dalam Azkar mengatakan  disunnahkan membaca ameen bagi imam dan
ma'mum dalam shalat yang disunnahkan membaca keras dan disunnahkan
bersamaan, tidak mendahului imam dan tidak setelah imam, hanya dalam membaca
ameen
imam dan ma'mum disunnahkan bersamaan.

Madzhab Syafi'i dan Malik mengatakan sunnah membaca ameen bagi imam dan
ma'mum dengan keras. Abu Hanifah mengatakan lebih baik dengan lirih karena
ameen merupakan do'a, do'a lebih utama dengan lirih, sesuai dengan perintah
al-Qur'an "Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan khusyu' dan pelan" . Abu Hanifah
juga berpegangan dengan hadist yang mengatakan "Kalau kalian shalat maka
luruskanlah barisan kalian dan jadilah salah satu dari kalian sebagai imam,
apabila ia bertakbir maka bertakbirlah, apabila ia membaca "waladdhaalliin"
maka ucapkanlah "aameen", niscaya kalian akan dicintai Allah" (H.R. Muslim
dll).

Dalil-dalil yang ada, tidak membedakan antara makmum perempuan dan lelaki.
Demikian juga tidak ada larangan membaca keras bagi makmum perempuan,
apalagi bila ia bermakmum kepada suaminya yang sudah barang tentu tidak ada
kekhawatiran akan menimbulkan fitnah.

Sebagian pendapat mungkin melarang kaum perempuan membaca keras ameen ketika
berjamaah, ini semata untuk berhati-hati dan menghindarkan fitnah, misalnya
akibat suara perempuan yang keras tersebut sehingga membuyarkan konsentrasi
makmum lelaki yang didekatnya.

Wallahu a'lam bissowab.

Wassalam

Muhammad Niam