Qabliyah Dzuhur

Tanya:

Apabila kita melaksanakan sholat qabli'yah Dzuhur dan mengerjakannya setelah badi'yah Dzuhur bagaimana itu hukumnya Pak ustadz? Dan jika mengerjakannya dengan 4 rakaat, apakah itu bisa dengan 2 rakaat salam atau dengan duduk tahiyat awal dan melanjutkan dengan rakaat 3 sampai selesai?

Husnul Yaqin – Jakarta

Jawab:

Salat (2 reka'at) qabliyah Dzuhur termasuk salat sunnah mu'akkadah (yang sangat dianjurkan). Disebut sunnah muakkadah karena Rasulullah melakukannya secara ajeg, jarang sekali meninggalkannya. Beliau meninggalkannya itu pun untuk menunjukkan kepada umatnya bahwa sunnah tersebut bukanlah hal yang wajib dilaksanakan.

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis "Barangsiapa melaksanakan empat reka'at sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka." (H.R. Tirmizi). Dalam riwayat lain dikatakan: "Nabi mengerjakan empat rakaat sebelum Jum'at tanpa memutus keempat rakaat tersebut (dengan salam) dan empat rakaat sesudahnya" (H.R. Ibnu Majah).

Adapun pelaksanaannya, dapat dilakukan dua reka'at salam (jadi 2 kali salam) atau empat raka'at sekaligus. Bila dilaksanakan empat raka'at, maka dengan sekali salam, seperti Dzuhur atau Ashar. Dan disunnahkan sujud sahwi (sujud karena lupa) apabila lupa melaksanakan tahiyat awal (pada reka'at kedua).

Qabliyah Dzuhur bila dilaksanakan setelah Dzuhur maka menjadi qadha', sebagaimana yang pernah dikerjakan Rasulullah, dua rakaat ba'diyah Dhuhur dilakukan setelah salat Ashar (H.R. Bukhari & Muslim).

Wallahua'lam bisshowab.

Muhajirin