Ramadhan: Siapkan Fisik dan Materi

Hal yang juga penting untuk kita persiapkan dalam menyongsong bulan Ramadhan adalah mempersiapkan fisik dan finansial kita. Puasa Ramadhan merupakan ibadah fisik yang memerlukan tenaga dan kondisi badan yang fit dan sehat wal afiat. Siang hari kita harus meninggalkan makan dan minum padahal juga harus melakukan pekerjaan rutin kita sehari-hari. Malam hari kita melakukan sholat tarawih, sholat malam dan ibadah lainnya dan menjelang Subuh kita juga harus bangun untuk bersahur. Itu semuanya memerlukan tenaga dan jerih payah.

Singkatnya, fadlilah dan keutamaan Ramadhan secara sempurna tidak akan mudah kita dapatkan kalau kondisi fisik kita tidak sempurna dan fit. Untuk itu, menjelang Ramadhan kita harus siapkan fisik kita baik-baik agar pada saat Ramadhan datang nanti, kita siap secara fisik, sehat badan dan rohani. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ajaran agama. Oleh karena itu berulang kali Rasulullah s.a.w. mengingatkan umatnya agar meminta kesehatan kepada Allah dan menjaganya supaya tidak merugi, karena kesehatan adalah salah satu modal terpenting kita untuk bisa beribadah. Orang yang merugi adalah yang tidak menggunakan kesehatannya untuk kebaikan dan yang lebih rugi lagi tidak menjaga kesehatannya. Rasullah s.a.w. bersabda dalam hadist sahih riwayat Tirmidzi "Dua nikmat Allah yang di situ banyak orang merugi, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang"  . Ya karena banyak orang menyia-nyiakan kesehatan dan waktu luangnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
 
Kalau prasyarat kesehatan sudah kita penuhi, namun tetap diuji dengan sakit, maka janganlah berkecil hati karena niat kita untuk berbuat baik telah didengar oleh Allah. Alam sebuah hadist riwayat Bukhari Muslim Rasulullah s.a.w. bersabda:"Apabila seorang hamba sakit atau bepergian, maka Allah menulis untuknya pahala seperti yang ia lakukan saat sehat dan di rumah"  
 
Kemudian yang harus kita perhatikan menyongsong bulan Ramadhan adalah persiapan finansial kita. Bukan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan mahal. Tapi untuk menopang ibadah sedekah dan infak kita.
 
Bulan Ramadhan adalah sedekah, bulan infak dan bulan menolong saudara kita yang miskin dan kekurangan. Bulan Raamdhan adalah bulan membantu saudara kita yang membutuhkan. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas:"Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, tapi beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan saat beliau kedatangan Jibril. Saat itu kedermawaan Rasulullah seperti angin yang berhembus"  . Artinya beliau memberikan apa saja untuk sedekah seakan seperti angin yang tidak peduli hambatan, terus berhembus.
 
Beliau juga mengatakan:"Barang siapa memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka kepadanya diberikan pahala sama dengan orang yang berpuasa dengan tanpa berkurang sedikitpun".  Terakhir, Rasulullah s.a.w. bersabda:"Sesungguhnya di dalam sorga terdapat satu kamar yang luarnya kelihatan dari dalamnya dan dalamnya kelihatan dari luarnya". Sahabat bertanya:"Untuk siapa itu wahai Rasulullah? "Untuk orang yang membaguskan perkataan, memberi makan, melestarikan puasa dan sholat malam pada saat orang-orang terlelap tidur".  

[1] عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ

[2] "إذا مرض العبد أو سافر، كتب الله تعالى له من الأجر مثل ما كان يعمل صحيحا مقيما" أخرجه البخاري ومسلم

[3] عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : "كان النبي صلى الله عليه وسلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل فلرسول الله صلى الله عليه وسلم حين يلقاه جبريل أجود بالخير من الريح المرسلة ".

[4] "من فطر صائما كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئاً " ( صحيح الترمذي 1/243 وابن ماجه 1746 ).

[5] "إن في الجنة غرفاً يري ظهورها من بطونها وبطونها من ظهورها " قالوا : لمن هي يا رسول الله ؟ قال : " لمن طيب الكلام وأطعم الطعام. وأدام الصيام وصلى بالليل والناس نيام " ( رواه الترمذي بإسناد حسن ).

 

ن ).