Pengajian Ramadhan 1422 H Mutiara Ramadhan (2): Sorga, Jamuan Allah Untuk Orang Mukmin
Dimuat Minggu, 25 November 2001
Di saat manusia kembali kepada Tuhannya, di situlah ia akan bersilaturrahmi
kepada penciptanya. Tuhan yang memberinya petunjuk dan yang memberinya alam
kehidupan. Pertemuan antara pencipta dan yang dicipta ini, merupakan akhir
dari perjalanan yang dilalui manusia. Layaknya tuan rumah, Allah
menyediakan tamu-tamunya berbagai hidangan, tergantung kepada setiap
individu-individu yang sampai kepadaNya. Pada mereka disediakan
tempat-tempat khusus tergantung kepada jalur dan rute yang dilalui. Mereka
yang beriman akan ditempatkan di tempat khusus yang namanya sorga dan
mereka yang tidak beriman akan ditempatkan di ruang yang disebut neraka.
"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal soleh
ke dalam sorga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka berhiaskan
kalung-kalung dari emas dan mutiara, pakaian mereka terbuat dari sutera,
mereka diantarkan dalam ruang yang penuh kata-kata baik dan indah dan
mereka diantarkan kepada jalan yang terpuji" (QS. Haj : 23-24).
Sorga memang jamuan dari Allah, Yang Maha Kaya dan Maha Dermawan. Hadiah
ini dinisbatkan kepada tamu-tamu Allah yang beriman dan mereka yang
senantiasa menjunjung tinggi etika mulia (ahlakul karimah). Yaitu mereka
yang senantiasa melakukan kabajikan dan senantiasa memerangi kemaksiatan.
Rasulullah pernah bersabda, "Kebanyakan yang menjadikan manusia masuk sorga
adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia" (HR. Ahmad).
Jamuan yang diberikan oleh Sang Pencipta tentu berbeda jauh dengan jamuan
yang ada di dunia ini. Jamuan yang biasa kita berikan kepada tamu-tamu
mungkin sebatas makanan, minuman dan hadiah-hadiah kecil dan
perkara-perkara duniawi. Jamuan kita juga terbatas dengan waktu dan tempat,
tergantung kepada situasi dan kondisi. Mungkin, ketika kita senang, jamuan
yang kita hidangkan terkadang terkesan glamor dan berlebih-lebihan, namun
kala kita sedang marah dan tertekan, jamuan yang kita sajikan begitu
sederhana dan bahkan tidak segan kita tidak menyuguhkan apa-apa. Terkadang
kita juga memberi jamuan kepada tamu-tamu hanya untuk gengsi-gengsian,
memamerkan kekayaan kita dan demi tujuan tertentu kita.
Lain halnya jamuan yang dihidangkan oleh Allah kepada hamba-hambanya yang
beriman dan beramal saleh. Jamuan ini begitu sempurna. Saking sempurnanya
hingga sulit untuk digambarkan dan dicontohkan dalam kehidupan ini. Kata
Rasulullah, "Sorga ibaratnya, tidak ada mata yang pernah melihatnya dan
tidak ada telinga yang pernah mendengarnya, bahkan tidak sedetik pun bisa
terbersit dalam hati manusia, dari sesuatu yang maha sempurna". Karena
itulah kebahagiaan hakiki yang disuguhkan kepada hamba-hamba yang beriman
dan beramal saleh. Dan kebahagiaan yang paling tinggi yang disuguhkan Allah
dalam sorga adalah berkesempatan bertemu langsung dengan Allah, "Tingkat
sorga terendah adalah perumpamaan seseorang yang berkesempatan menikmati
kampung halamannya, melihat istrinya, sanak saudaranya dengan penuh
kebahagiaan selama seribu tahun. Dan tingkat tertinggi sorga adalah melihat
Allah siang dan malam, "Muka-muka mereka pada hari itu berseri karena
melihat Tuhan mereka" (H.R. Tirmizi).
Nabi Ibrahim as. bernah berpesan kepada Nabi Muhammad saw pada saat
perjumpaan keduanya di malam Mi'raj, "Hai Muhammad, sampaikan salamku untuk
umatmu dan ceritakan kepada mereka bahwa sorga bertanahkan wangi-wangian,
airnya terasa segar, dan tanaman-tanamannya adalah "subhanallah",
'Alhamdulillah" dan "la'ilaaha illallah".
Siapakah tamu-tamu yang berhak mendapat suguhan sorga ketika nanti bertemu
Allah. Mereka adalah orang-orang yang telah dijelaskan oleh al-Qur'an surah
Ali Imran ayat 133-135 sebagai berikut:
Orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang takut Allah, dengan
menjalankan semua perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya.
Orang-orang yang menyedekahkan hartanya sesuai dengan anjuran agama,
baik itu zakat, sedekah maupun infak, baik dalam keadaan sulit maupun
mudah. Ketika mereka banyak rezeki tidak mencerminkan orang yang cinta
harta, bahkan ketika mereka dalam kesulitan sama sekali tidak mencerminkan
kepelitan.
Mereka yang bisa menahan amarah dan tidak berbuat aniaya.
Mereka yang pemaaf, dan yang demi kebaikan selalu memaafkan orang yang
pernah menganiayanya dan memusuhinya.
Mereka yang ketika melakukan perbuatan tercela, segera ingat Allah dan
meminta ampunanNya atas dosa-dosa yang dilakukannya.
Mereka yang tidak suka berlarut-larut dalam kesalahan dan perbuatan
dosa.
Dalam surah Al-Mu'minun ayat 1-11 juga dijelaskan sifat-sifat penghuni
sorga, sebagai berikut :
orang-orang yang beriman dengan rukun-rukun iman, yaitu iman kepada
Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, nabi-nabi Allah, hari
akhir dan ketentuan dan keputusan Allah. Mereka beriman dengan lisan, hati
dan perbuatan mereka.
Mereka yang mendirikan salat mereka dengan khusyu'
Mereka yang meninggalkan hal-hal yang tidak berguna, dan yang
memanfaatkan waktu mereka untuk tindakan-tindakan yang bermanfaat.
Mereka yang membayar zakat, baik zakat harta maupun zakat fitrah.
Mereka yang menjaga alat kelamin mereka dari perbuatan zina dan
pelanggaran seksual yang dilarang agama.
Mereka yang yang senantiasa memenuhi amanah dan janji-janji mereka, dan
Mereka yang senantiasa menjaga salat-salat mereka.
Semoga kita termasuk orang-orang yang akan masuk sorga. Amin.
(Disarikan dari kitab "Al-durus al-Ramadlaniyah" dan "Min Kunuzil Islam",
oleh Muhammad Niam/Editor DO)
[]
Ikuti juga pengajian Ramadhan ini melalui email anda, tanpa harus membuka web site ini tiap hari. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: