Pengajian Ramadhan 1422 H Mutiara Ramadhan (4): Bulan Bersedekah
Dimuat Sabtu, 01 Desember 2001
Syukur kepada yang Maha Pengasih karena kita memiliki bulan Ramadan yang
mengajak kita untuk menyadari adanya orang-orang "lemah" yang berhak untuk
memperoleh sedekah dan zakat. Bulan yang merupakan jalan untuk mendekatkan
diri kepada-Nya dan menghiasi diri kita dengan sifat-sifat mulia yang
diajarkan oleh sang Qudwah Hasanah, Muhammad saw. Sangat tepat jika ibadah
puasa dalam bulan ini mempunyai andil besar dalam pembentukan rasa
solidaritas tinggi kepada sesama makhluk.
Bulan Ramadan merupakan kesempatan berharga untuk berbakti kepada orang
tua, menyambung tali persaudaraan, memberi bantuan pada anak yatim dan
fakir miskin, baik berupa material maupun spiritual. Tidak diragukan lagi
bahwasanya harta yang kita infakkan di jalan Allah akan memberi manfaat
kepada diri kita sendiri. Bukankah Allah adalah sebaik-baik pemberi rizki?!
Bulan Ramadan juga merupakan kesempatan untuk berbuat baik kepada tetangga,
mendamaikan orang-orang yang bermusuhan dan menjauhi emosi yang berlebihan.
Ada dua elemen dasar dalam puasa, yaitu niat dan menahan diri dari hal-hal
yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenam matahari; sudah
barang tentu kewajiban shâim (orang yang berpuasa) adalah menjaga lisannya
dari ghîbah, menggunjing, namimah, provokasi dan agitasi, juga berbicara
yang tiada faidahnya. Orang yang berpuasa dianjurkan untuk menghiasi
lisannya dengan bacacan al-Qur`an, zikir, salawat, dan perkataan-perkataan
terpuji.
Akan tetapi apa yang kita saksikan sekarang?! Bulan yang mulia ini tidak
jarang dijadikan kesempatan untuk berfoya-foya dan "pesta makan minum" jika
tiba saat berbuka puasa.
Lebih menyedihkan lagi, masih banyak saudara-saudara kita yang tidak
menjalankan ibadah puasa tanpa disertai alasan yang dibenarkan oleh syara',
bahkan enak-enakan merokok di tempat umum tanpa memperhatikan perasaan yang
lain.
Akhirnya, kita mohon kepada Allah swt agar segala amal ibadah kita diterima
di sisi-Nya dan bisa melewati malam lailatulqadar, malam seribu bulan.
Amien. Dalam hadis Qudsi Allah berfirman: "Segala amal perbuatan bani Adam
akan kembali kepadanya kecuali puasa. Ia adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan
membalasnya".
(Disarikan dari Kalimat al-Yawm, di harian al-Akhbâr, oleh Udy Andriyati)
[]
Ikuti juga pengajian Ramadhan ini melalui email anda, tanpa harus membuka web site ini tiap hari. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: