Pengajian Ramadhan 1422 H Ceramah Ramadhan (7): Menyongsong Lailatul Qadr (Bagian-2)
Dimuat Kamis, 06 Desember 2001
Apa yang dilakukan orang yang sedang berselisih di malam Lailatul Qadar?
Apabila ada dua orang yang sedang berselisih di bulan Ramadhan, maka
perselisihan itulah yang akan menjauhkan mereka dari malam Lailatul Qadar.
Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?
Dari Ubadah Ibnu Shamit ra.: ketika itu Nabi keluar untuk mengabarkan kepada
kami tentang datangnya Lailatul Qadar, maka nampaklah dua orang Muslim yang
saling mencela di hadapanya, maka beliau bersabda: "Ketika aku keluar rumah
untuk mengabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, maka muncullah
dua orang si Pulan dan si Pulan yang saling menyela, maka aku urung
mengabarkan kedatangan malam Lailatul Qadar kepada mereka. Semoga hal
tersebut menjadi pelajaran yang baik bagi kalian, maka temukanlah malam
tersebut pada malam ke sembilan, tujuh, dan lima"
Lailatul Qadar tidak akan hilang dikarenakan perselisihan, akan tetapi Allah
akan menjauhkannya dari mereka yang sedang berselisih, dengan dalil hadis di
atas: "Dapatkanlah (Iltamasuha). Kemudian Rasulullah kembali menjelaskan,
bahwa Lailatul Qadar akan menjadi lebih baik untuk tidak di ketahui kapan
datangnya "Semoga hal tersebut menjadi pelajaran yang baik untuk kalian"
Karena dengan tidak diketahuinya malam tersebut secara tidak langsung orang
akan mengisi siang dan malamnya selama sebulan penuh (setidaknya sepuluh
hari terakhir) untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, berbeda
seandainya waktunya telah ditentukan dan diketahui banyak orang.
Arti dari "Saling mencela (Talaahaa)"; adalah saling bermusuhan dan mencela,
pada riwayat lain disebutkan: "Maka datang dua orang laki-laki yang saling
bermusuhan dan terlihat syaitan bersama mereka" Imam Hafidz Ibnu Hajar
mengatakan dalam keterangan kitabnya apa yang di simpulkan oleh Imam Subukiy
dalam kisah ini: "Bagi mereka yang melihatnya dianjurkan untuk tidak
membicarakannya kepada orang lain"
Karena dengan tersembunyinya malam Lailatul Qadar akan melahirkan hikmah
yang sangat banyak, apabila dipandang dari sisi kejiwaan maka malam Lailatul
Qadar, akan memupuk jiwa positif dan sikap optimis pada diri seseorang, dari
sisi penanaman budi, maka seseorang akan menjauhkan dirinya dari sifat riya,
dengan tidak harus membicarakan kepada orang lain dengan niat sombong. Dalam
Al-Quran Allah berfirman (dalam perkataan Ya'qub): "Wahai anakku, janganlah
engkau ceritakan mimpimu itu pada saudara-saudaramu yang lain"
Apabila perselisihan tersebut menyebabkan malam lailatul Qadar terselubung
dan hanya menjadi rahasia Tuhan, secara tidak langsung perselisihan telah
menghapus kebaikan, maka seyogyanya bagi umat Muslim untuk saling mengasihi
dan menyayangi sampai ia mencintai orang lain seperti mencintai dirinya
sendiri. Dan barang siapa yang sedang berselisih, maka hendaknya bercepat
untuk menyelesaikannya. Bagi mereka yang terputus tali persaudaraannya
dengan sahabat, kerabat dan handai taulan, maka hendaklah ia menyambungkan
kembali tali persaudaraan itu. Jangan membiarkan perselisihan memutuskan
tali persaudaraan, mencerai-beraikan cinta kasih dan sayang diatara saudara
satu agama.
Karena kebaikan di atas bumi akan hilang disebabkan permusuhan dan
percekcokan, dan kebaikan akan tumbuh seiring dengan kasih sayang dan cinta
kasih yang tumbuh terhadap sesama manusia "Orang yang mencintai sesamanya
akan di cintai Tuhannya"
(Disunting dari al-Shiyâm fî 'l-Islam, karya Dr. Ahmad Umar Hasyim.
Penyunting dan alih bahasa: Yessi Afdiani NA./Editor DO)
[]
Ikuti juga pengajian Ramadhan ini melalui email anda, tanpa harus membuka web site ini tiap hari. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: