Salat Dhuha

Tanya 1:

Pak Ustadz,
Bisakah saya dijelaskan mengenai keutamaan salat Dhuha, rukun-rukunnya, waktunya dsb.
Demikian dan terimakasih atas penjelasannya.

Yuniar – Kaltim

Tanya 2:

Mohon petunjuk mengenai waktu yang tepat untuk melakukan salat Dhuha.

Shintalya – Palembang

Tanya 3:

Jam berapa tepatnya kita bisa melaksanakan shalat Dhuha? Berapa hitungan rakaatnya?
Terima kasih atas jawabannya.

Nuning – Madiun

Tanya 4:

Ustad, saya mau tanya apakah boleh kita membaca surat lain (seperti al-Iklash) setelah bacaan al-Fatihah pada salat Dhuha? Padahal telah dijelaskan bahwa setelah al-Fatihah harus membaca surat Dhuha dan al-Syams, tetapi saya belum terlalu hafal dua surat tersebut. Apakah sah salat Dhuha saya itu?
Terima kasih atas jawabannya.

Anti

Jawab:

Pelaksanaan salat Dhuha seperti salat-salat lainnya (ya ada ruku' dan sujudnya, tidak kayak salat mayit yg tanpa ruku' dan sujud). Demikian juga syarat dan rukunnya, sama dengan salat-salat lainnya.

Waktunya pagi hari. Sejak sekitar jam 8,00 pagi (atau kira-kira setelah matahari naik dari peraduannya setinggi tombak) sampai masuknya waktu Dhuhur. Jumlah rekaatnya minimal 2 dan paling banyak 8. Kalau ingin mengerjakan lebih dari 2, maka melakukannya tiap 2 rekaat salam.

Keutamaannya juga sama dengan salat-salat lain. Karena pada dasarnya ibadah apapun itu semakin teratur dilakukan maka semakin baik. Hanya saja, jika dibikin urutan, salat Dhuha itu masih di bawah beberapa salat sunat lainnya. Karena salat Dhuha termasuk jenis salat sunah yang "ghairu muakkad" (tidak begitu dianjurkan untuk dilakukan secara kontinyu). Maksudnya, jika Dhuha saja dilakukan secara teratur, maka salat sunat Rawatib (yang mengiringi salat-salat wajib 5 waktu, qabliyah dan ba'diyah) seyogyanya lebih teratur lagi (istiqamah). Karena Rawatib lebih utama dari Dhuha. Sebagaimana jika Rawatib bisa istiqamah, maka salat Witir harus lebih istiqaamah lagi (karena Witir lebih utama dari Rawaatib, bahkan Witir wajib hukumnya menurut madzhab Hanafiyah).

Adapun surat yang perlu dibaca (setelah al-Fatihah) tidak harus al-Syams dan surat al-Dhuha. Jadi, bila Anda belum hafal kedua surat tersebut, Anda boleh membaca surat lain. Kalaupun nanti Anda sudah hafal kedua surat tsb Anda tetap boleh membaca surat lain, karena kedua surat tsb hukumnya hanya sunah saja.

***
Tambahan. Seusai melakukan salat Dhuha, sebaiknya membaca doa berikut ini: Allaahumma inna al-dhuha dhuhaauka, wa al-jamaala jamaaluka, wa al-qudrata qudratuka, wa al-'ishmata 'ishmatuka. In kaana rizkii fi al-ardhi fa akhrijhu, wa in kaana fi al-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana haraaman fa thahhirhu, bi haqqi dhuhaaika wa jamaalika wa qudratika, ya Allah.

""

Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya masa pagi ini adalah masa pagiMU, keindahan ini adalah keindahanMU, kuasa ini adalah kekuasaanMU, kenyamanan ini adalah kenyamananMU. Seandainya rizki saya tersembunyi di dalam bumi maka keluarkanlah, jika di langit turunkanlah, jika haram bersihkanlah, berkat kesejatian masa pagiMU, keindahanMU, dan kekuasaanMU, ya Allah.

Arif Hidayat & Imas Akmalia NA.