Salat di Kuburan

Tanya:

Saya pernah baca, kita tidak boleh melakukan sholat di kuburan. Sedangkan di Masjidil Haram ada kuburan , seperti kuburan Nabi Ismail (Hijir Ismail). Di tempat itu kita disunatkan melakukan salat dan merupakan tempat yang mustajab untuk berdo'a. Mohon beri penjelasan.
Terima kasih.

Abu Rokhim – Jakpus

Jawab:

Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu kiranya di sampaikan beberapa hadis yang terkait, yaitu:

  1. "Bumi dijadikan untukku sebagai tempat bersujud dan alat bersuci". (HR. Bukhori, Muslim dll)
  2. "Bumi adalah tempat bersujud, kecuali kuburan dan tempat mandi". (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dll)
  3. "Allah mela'nati orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan para nabinya sebagai masjid". (HR. Bukhori, Muslim, dll).

Untuk hadis pertama menjelaskan bahwa kita diperbolehkan melaksanakan salat di semua tempat di permukaan bumi ini, kecuali tempat-tempat yang dilarang syara' atau hal-hal lain ('aridli) yang menyebabkan tidak diperbolehkannya. Hadis kedua menyebutkan sebagian tempat-tempat yang dikecualikan syara', yaitu kuburan dan tempat mandi. Namun Nabi saw sendiri pernah melakukan salat di kuburan (HR. Bukhori, Muslim dll). Lantas timbul pertanyaan, mengapa ada larangan salat di kuburan? Sebagaimana hadis kedua, hadis ketiga ini juga menimbulkan pertanyaan yang sama, mengapa Allah swt mela'nati orang-orang yang menjadikan kuburan nabinya sebagai tempat salat?

Jawabnya, bahwa larangan salat di kuburan atau di atas kuburan itu bukan karena kuburannya, melainkan disebabkan hal-hal lain, misalnya kuburannya itu najis. Begitu juga tidak diperbolehkannya menjadikan kuburannya para nabi sebagai tempat salat itu bukan karena kuburannya, melainkan disebabkan kekuatiran akan terjadinya sikap berlebih-lebihan di dalam ta'dhim atau yang lainnya kepada para nabi yang pada ahirnya bisa membawa pada kekufuran, sebagaimana yang pernah dialami oleh ummatnya para nabi zaman dahulu.

Wallohua'lam bissowab.

Abu Rif`an