Salat Witir, Hajat, dan Tahajud

Tanya:

Apakah setiap salat sunnah harus diakhiri dengan salat witir bagaimana dengan salat hajat dan salat tahajud, bolehkah hanya dua rakaat saja kemudian diakhiri dengan salat witir dan bagaimana hukumnya kalau setelah salat sunnah tersebut berdoa dan berdzikir.

Terima kasih atas jawabannya.

Hartono – Tulungagung

Jawab:

Mas Hartono, salat witir itu jenis salat sunat tersendiri. Waktunya malam hari, sejak habis salat Isyak sampai saat Subuh tiba. Namanya sunat, jadi kalau tak dilakukan juga tak apa-apa. Demikian juga salat sunat yg dilakukan di malam hari, baik hajat atau lainnya, tidak harus diakhiri dg witir. Jadi misal, Anda salat tahajud 2 rekaat tanpa setelah itu melakukan witir itu tak apa-apa.

Perlu diketahui juga, witir itu salat sunat yang paling utama setelah salat wajib. Bahkan madzhab Hanafiyah mewajibkan salat witir ini (madzhab lainnya, Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanbaliyah, tetap mengatakan sunat).

Salat tahajud tak dibatasi jumlahnya. Yang penting itu dilakukan dua rekaat dua rekaat. Sekuatnya. Mau 2 rekaat, atau 4, 8, 10, dst, itu tak masalah. Dan seyogyanya, memang, diujung tahajud diakhiri dengan witir. Witir itu paling sedikit 1 rekaat dan paling banyak 11 rekaat. Kalau mau lebih dari 1, caranya setiap 2 rekaat salam dan paling akhir 1 rekaat. Boleh juga kalau mau 3 rekaat digabung sekali, seperti salat Maghrib, di rekaat kedua ada tahiyat awal.

Namun begitu, kalau sudah melakukan witir sebelum tidur, jika terbangun di tengah malamnya dan melakukan tahajud, maka tak perlu lagi mengulang witir.

Mengenai doa setelah salat, tentu itu baik-baik saja. Memang itu sangat dianjurkan.

Untuk melengkapi keterangan salat malam, silakan baca juga arsip Fikih Keseharian berikut: "Tata Cara Salat Hajat dan Tahajud" oleh KH Mustofa Bisri.

Demikian, wallaahua'alam.

Arif Hidayat