Sholat sambil Memegang Mushaf Al-Qur'an

—– Tanya —– Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh, Syukur alhamdulillah atas segala ni'mat Allah SWT. Dalam kesempatan ini, perkenanlah dengan segala kerendahan hati saya memperkenalkan diri saya, nama saya Aan Sujatmiko, alhamdulillah beragama Islam, laki-laki, lahir di Sumowono, Kabupaten Semarang, 16 Mei 1976. Saya sekarang bekerja pada sebuah LSM di Jakarta. Kepada para Asaatidz yang sangat saya hormati, saya ingin bertanya satu hal, yaitu tentang sholat sambil memegang mushaf Al-qur'an, seperti yang sering kita lihat pada tayangan televisi ketika acara siaran langsung sholat tarawih dari Masjidil Haram, Mekah. Bagaimanakah hukumnya? Sah-kah sholat mereka? Hal ini saya tanyakan karena apabila hal itu diperbolehkan/disahkan, maka saya insya Allah dalam bulan Romadlon mendatang akan melakukan hal itu di masjid yang melakukan sebagaimana di Mekah, yaitu masjid dengan imam al haafidz. Demikian pertanyaan saya, atas penjelasan yang diberikan saya ucapkan banyak terima kasih. Wallaahul Muwaffiq ilaa Aqwamith thariiq, Wassalaamu'alikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh Hormat saya, Aan Sujatmiko —— Jawab —— Assalmaulaikum wr. wb. Sdr, Aan Sujatmiko, Tidak ada larangan sholat sambil memegang mushaf Al-Qur'an baik bagi imam yang tentunya agar bacaannya benar atau bagi makmum yang ingin menyimak bacaan imam sambil meresapi maknanya. Hal semacam ini memang banyak terjadi di negara-negara Arab, terutama yang sering kita saksikan adalah di Masjid Haram baik Mekkah maupun Madinah. Namun tentu ada etikanya antara lain sbb. 1. Dengan memegang Mushaf Al-qur'an tersebut, tidak memngganggu pelaksanaan sholat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. 2. Gerakan-gerakan dalam memegang maupun membuka halaman mushaf tidak berlebihan sehingga ada kesan main-main. Karena hal ini akan dapat membatalkan sholat. 3. Jika terjadi hal-hal yang menyulitkan mencari halaman yang akan dibaca (jika menjadi imam) atau yang sedang dibaca Imam dan Saudara bermaksud menyimak (jika Saudara menjadi makmum) maka sebaiknya tinggalkan dulu Mushaf tersebut dan konsentrasi pada sholat. Karena itu sebaiknya halaman yang akan dibaca sudah disiapkan sebelum sholat dimulai. 4. Untuk Imam dapat menyiapkan tempat khusus Mushaf berukuran besar(misalnya) agar mudah dibaca dan tidak harus memegangnya. (hal ini banyak kami saksikan di masjid-masjid Mesir maupun di Saudi Arabia). Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu. Wassalamualaikum wr. wb. Bukhori SA.