Ta Hams Pada Bacaan Qur’an

Salah satu huruf Al Qur’an yang mempunyai sifat Hams ini adalah Ta. Apakah Hams ini hanya diterapkan pada huruf Ta’ saat huruf Ta mati seperti pada ayat : TABBAT(c) (c=desis Hams), atau kah semua Ta di Hams seperti huruf Ta diawal ayat tsb diatas sehingga bunyinya bukan TABBAT(c) lagi tapi T(c)ABBAT(c) dst. Tanya Jawab (415) Ta Hams Pada Bacaan Qur’an ——- Tanya ——- Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hams dalam arti bahasa arab kalau tidak salah adalah samar. Salah satu huruf Al Qur’an yang mempunyai sifat Hams ini adalah Ta. Mohon koreksi kalau salah. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan berkenaan dengan Ilmu Tajwid khususnya bacaan Hams dalam membaca Al Qur’an : 1. Apakah Hams ini hanya diterapkan pada huruf Ta’ saat huruf Ta mati seperti pada ayat : TABBAT(c) (c=desis Hams), atau kah semua Ta di Hams seperti huruf Ta diawal ayat tsb diatas sehingga bunyinya bukan TABBAT(c) lagi tapi T(c)ABBAT(c) dst. 2. Apakah Hams ini juga berlaku pada huruf THO. Karena saya dapat informasi dari temen guru ngaji bahwa THO sebaiknya di-Hams padahal setahu saya huruf THO ini tidak bersifat Hams tapi Syiddah. Saya kuatir sekali dengan bacaan Al Qur’an saya ini sekaligus saya kuatir dengan bacaan Al Qur’an temen saya karena sudah menyebarkan dan mengajarkan apa yang diyakininya ini sudah diajarkan disemua murid2. Dasarnya karena semua Imam Masjidil Haram melakukan hal yang sama. Demikian pertanyaan saya dan terima kasih sekali atas jawaban ustadz. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Hardi Jawab: Assalamu’alaikum Saudara Hardi Hams artinya mendesis, artinya ketika mengucapkan huruf tersebut ada sedikit suara desisan mengiringinya. Ta merupakan salah satu huruf hams, yang berjumlah semua 12 huruf yaitu : ta, tsa, ha, kha, sin, sheen, shad, “tho”, fa, qof, kaf dan Ha. Karena hams bersifat lazim (keharusan) pada huruf Ta’, maka harus dibaca hams, baik dalam keadaan mati maupun yang hidup seperti contoh yang saudara ungkapkan. Hanya saja yang membedakan dalam kondisi mati dan hidup adalah pada besar atau kecilnya (kuat dan tidaknya hams tersebut). Adapun Tho’ merupakan salah satu huruf yang mempunyai sifat hams dan syiddah (kuat), sebagaimana yang diungkapkan oleh para ahli ilmu philology (ilmul Ashwat) dan Qiraat, tho’ sama seperti ta’, yang membedakan keduanya hanyalah terletak pada keadaan lidah saat mengucapkan huruf Tho’, berbentuk menyempit dan agak menempel dengan langit-langit mulut. Sebenarnya Saudara tidak perlu ragu selama dasar yang menjadi pijakan adalah para Imam masjidil Haram yang sangat memahami ilmu tajwid dan qiraat. Wallahu’alam Wassalam Ali Halim, Ustadz PV