Antara Ibu Kandung dan Mertua
Seri ke-34, Selasa, 28 November 2000
Tanya:
Assalamualaikum wr wb
Disini saya mau menanyakan perihal:
Saya seorang lelaki, istri saya orang Jakarta dan sekarang saya juga tinggal
di Jakarta bersama anak dan istri, sementara saya menikah sudah tiga tahun
lebih dan selama ini saya selalu pulang kekampung halaman (Jateng) setiap
hari raya iedul fitri, istilahnya lebaran di kampung. Hal ini saya
laksanakan karena, menurut saya sudah menjadi kewajiban seorang anak lelaki
meminta maaf ke orang tua pertama kali selanjutnya ke mertua (ibu istri
saya) dan si istri harus selalu mengikuti suami.
Pertanyaan saya:
Apakah tindakan saya sebagai suami itu betul, karena harus pulang ke ibu
saya dulu walaupun jauh tempatnya, kemudian baru ketempat mertua?
Demikian pertanyan saya, saya mohon balasan secepatnya
Terimakasih
Wassalamualaikum wr wb
Jawab:
Saudara Nizar,
Pijakan berfikir Anda sudah betul bahwa Islam mengajarkan untuk menghormati
orang tua yang melahirkan kita begitu pula sang istri juga menghormati
suami. Dan hal ini sering diajarkan dalam etika keislaman mengenai (birrul
walidain) dan suami adalah pemimpin keluarga.
Di sisi lain, Islam juga mengajarkan keluwesan untuk saling bersilaturrahmi
dengan baik. Tindakan yang sudah benar juga memerlukan keluwesan agar tidak
menimbulkan kesan yang negatif di pihak yang lain seperti pihak mertua Anda.
Kalau memang ibu Anda merelakan Anda untuk sesekali berlebaran di Mertua
Anda. Berarti lepas sudah keharusan Anda untuk bersua pada hari lebaran dan
Anda bisa menempatkan birrul walidain (berbakti pada orang tua) pada aspek
yang lain.
Akhirnya Anda pun bisa melaksanakan anjuran bersilaturrahmi ke kerabat yang
lain yaitu mertua Anda. Tanpa terlepas dari kewajiban berbakti Anda terhadap
orang tua.
Lebih baik berkomunikasi terlebih dahulu dengan ibu kandung Anda hingga Anda
mengerti apakah ibu kandung Anda berkenan atas tindakan Anda kali ini yaitu
rencana bersilaturrahmi kepada mertua dulu.
Semoga Allah swt. memberikan pahala atas tindakan Anda bersilaturahmi tanpa
mengenyapingkan birrul walidain Anda. Amin. Selamat berpuasa Ramadhan.
Terimakasih
Didik L. Hariri
[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: