Tidak Tartil dalam Membaca al-Quran. Bolehkah?
Seri ke-39, Sabtu, 2 Desember 2000
Semenjak mendekati bulan Ramadhan ini saya biasakan untuk mengaji
sendiri di rumah. Saya sudah mengenali huruf dan tanda baca
al-Qur'an. Tetapi saya mengajinya kurang fasih. Bagaimana
hukumnya bila saya salah melafalkan ayat-ayat suci al-qur'an
tanpa saya sengaja? mohon jawaban.
Kakung widada
Jawab:
Mas Kakung widada, saya ucapkan selamat atas keberhasilan mas
Kakung yang sudah mengenali huruf dan tanda baca al-Qur'an.
Dalam membaca al-Qur'an disunnahkan membacanya dengan tartil,
yaitu pelan dan membaguskan bacaannya (sesuai tuntunan tajwid)
serta bertadabbur (mengangan-angan maknanya) dalam hati akan isi
setiap ayat yang dibaca. Allah SWT berfirman. "Bacalah al-Qur'an
itu dengan perlahan-lahan" (QS. Al-Muzammil:4) dan firman-Nya
"Ini adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya". (QS. Shad:27)
Adapun apabila kurang fasih membacanya, atau sering salah
melafalkan dengan tanpa sengaja, maka hukumnya tidak apa-apa.
Namun bukan berarti boleh terus membaca apa adanya. Anda harus
berlatih terus demi meningkatkan kemampuan membaca, sampai
akhirnya bisa fasih sesuai dengan tuntunan tajwid. Karena
kesalahan membaca (hurufnya dan panjang-pendeknya) tentu akan
merubah makna dan tujuan yang tersirat. Juga hendaknya tidak
melupakan hal lain yang paling urgen dalam membaca al-Qur'an
yaitu bertadabbur (mengangan-angan) akan makna dan maksud setiap
ayat.
Mutamakkin Billa
[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: