Diupdate terakhir: 17 Desember 2000
   Pesantren Virtual -> Tanya Jawab -> Perempuan Nifas Selama Ramadhan

Perempuan Nifas Selama Ramadhan
Seri ke-65, Minggu, 17 Desember 2000


Tanya:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya ingin bertanya lebih jelas lagi tentang pembayaran fidyah, bila ada orang yang melahirkan bertepatan dengan datangnya bulan ramadlan berarti selama 1 bulan penuh kondisi orang tersebut masih dalam keadaan nifas (40 hari).
Apakah dalam 1 bulan orang tersebut harus membayar fidyah atau hanya menggadha' saja? Menurut pemikiran saya cukup hanya mengqadha' saja karena pada saat nifas (keluar darah) tidak diperbolehkan salat sama seperti menstruasi, tetapi saya belum menemukan dalilnya.

Terima kasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
M. Ichsan

Jawab:

Para ulama' sepakat bahwa yang terlarang bagi perempuan yang sedang haid itu juga terlarang bagi perempuan yang nifas. Dan sudah jelas, bahwa perempuan yang haid hanya diwajibkan mengqadha' puasanya saja, maka demikian juga dengan yang mengalami nifas. Ia tidak harus membayar fidyah. Berdasar hadisnya A'isyah ra, "Kami sedang haid pada masa Rasulullah, kami hanya diperintah untuk mengqadha' puasa dan tidak diperintah untuk mengqadha' salat".

Maka jika ada seseorang yang melahirkan saat menjelang Ramadhan, dan sampai habis Ramadhan nifasnya belum berhenti, maka otomatis dia tidak (boleh) berpuasa selama sebulan. Dan ia hanya diwajibkan mengqadha' saja. 'Udzur haid dan nifas itu bukan 'udzur yang dibikin-bikin, bukan kehendak si pelaku. Jadi rasanya tak adil, jika masih diwajibkan membayar fidyah.

Wallaahu a'lam

Kamran As'ad Irsyady


[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda:
  Halaman Yang Berhubungan
Tanya Jawab Terbaru
Tanya Jawab Sebelumnya(64)
Tanya Jawab Sebelumnya(66)