Bersilaturrahmi ke Keluarga yang Sedang Merayakan Natal
Seri ke-70, Minggu, 31 Desember 2000
Tanya:
Assalamu'alaikum wr.wb
Pak Ustad,
Saya mempunyai orang tua beragama Kristen, tetapi setelah saya
menikah saya memeluk Islam pada saat Natal biasanya kami
sekeluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, tetapi sekarang
sejak saya masuk Islam tidak pernah lagi saya ikut berkumpul,
saya tahu betapa kecewanya mereka walau saya tahu mereka selalu
mendoakan saya agar menjadi orang yang baik dan beriman.
Yang saya tanyakan bagaimana sikap saya terhadap situasi seperti
ini dan bagaimana hukumnya dalam agama Islam, selain itu saya
khan harus tetap silahturahmi ke keluarga dan saudara.
Jawabannya akan sangat membuat saya mempunyai landasan sikap dan
menentukan apa yang harus saya lakukan. Terimakasi sekali Pak
Ustad.
Wassalamu'alaikum wr.wb
Jawab:
Untuk menjawab pertanyaan Anda, hampir sama dengan "Tanya
Jawab(68) Menyampaikan selamat Natal", tak apa-apa Anda
mendatangi acara keluarga Anda itu. Setidaknya, ada tiga alasan
utama yang mendasarinya:
1. Acara keluarga untuk merayakan natal di rumah itu, tidak
sepenuhnya bisa dianggap sebagai kagiatan ritual umat Kristiani.
Acara tersebut, tak ubahnya acara keluarga saat Hari Raya Idul
Fitri bagi umat Islam. Sudah tak penuh lagi nilai ritusnya. Yang
ada hanyalah acara ketemu keluarga, saling mengucapkan selamat.
Itu saja. Ritusnya berlangsung di gereja atau masjid. Dengan
demikian, Anda bisa saja berniat dalam hati untuk bersilaturrahmi
dalam acara tersebut. Karena saat itu adalah saat yang paling
tepat untuk ketemu dengan segenap anggota keluarga.
2. Di antara keluarga Anda itu ada orang tua Anda. Ta'at dan
menghormati orang tua adalah kewajiban bagi anak, selama keduanya
tidak menyuruh kita melakukan kemunkaran/kemaksiatan (al-Qur'an
Surat Luqman, ayat 12-19 mengenai interaksi terhadap orang-tua).
Apalagi seperti pengakuan Anda sendiri, mereka senantiasa
mendoakan Anda.
3. Kedatangan Anda ke acara mereka tidak akan melunturkan
keimanan Anda. Karena keimanan itu bersangkar dan tertancap di
dada. Tidak akan luntur hanya dengan mendatangi acara keluarga
seperti itu.
Akan lebih bagus lagi, kalau Anda mau menegaskan bahwa kedatangan
Anda di tengah-tengah mereka itu dalam rangka silaturahmi (hanya
saja waktunya dibarengkan dengan perayaan Natal), bukan untuk
mengikuti perayaan Natal yang mereka adakan. Dan katakan juga
bahwa Anda tetap menghormati dan mencintai segenap keluarga.
Walaupun antara Anda dan sebagian besar keluarga Anda telah
berbeda agama, hal itu jangan sampai menimbulkan terputusnya
hubungan persaudaraan. Apalagi saling timbul kebencian.
Yang sering terjadi di antara kita selama ini adalah tumbuhnya
kebencian, hanya semata-mata berlainan agama. Ini jangan sampai
terjadi. Jangan sampai kita mengeruhkan kejernihan keimanan kita
dengan bibt kebencian.
Wallahua'lam bisshawaab.
Didik L. Hariri dan Arif Hidayat
[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: