Bosan Mendengarkan Khutbah
Seri ke-94, Senin, 26 Februari 2001
Tanya:
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selama ini saya merasa bosan dan jenuh dengan khutbah Jum'at yang
dibawakan khotib, selalu itu-itu saja. Dari jaman saya masih
kecil hingga sekarang khutbah yang disampaikan temanya hampir
sama. Sehingga setiap saya mendengarkan khutbah, rasanya saya
sudah pernah mendengarkan sebelumnya.
Yang ingin saya tanyakan adalah :
Bolehkah kita datang ke masjid setelah khutbah selesai, jadi
hanya ikut solat jum'at saja. Kalau dalam al-Qur'an yang
diwajibkan kan hanya salat Jum'at saja, sedang khutbah tidak
diwajibkan.
Apakah boleh salat Jum'at tanpa didahului dengan khutbah. Lebih
baik mana, mendengarkan khutbah yang membosankan kemudian ngantuk
atau selama khutbah kita membaca kitab suci dalam hati. Bagaimana
caranya agar saya tidak merasa bosan dengan khutbah yang
disampaikan oleh para dai tersebut, yang kebanyakan hanya sebatas
teori-teori saja.
Mohon penjelasannya dan terima kasih atas jawabannya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb. Rausal ZKY.
Jawab:
Ulama sepakat bahwa khutbah sebelum shalat adalah salah satu
syarat sah Jum'at. Adapun hukum mendengarkan khutbah, ulama
Syafi'iyah mengatakan hukumnya sunnah sementara Hanafiyah,
Malikiyah dan Hanbaliyah mengatakan hukumnya wajib.
Namun orang
yang tidak sempat mengikuti khutbah jika ia sempat salat bersama
imam maka salat jum'at nya sah saja.
Kendati demikian, hal
tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak mengikuti
khutbah, apalagi hanya dengan alasan bosan dengan materi yang
disampaikan khatib.
Tingkah laku kita adalah pencerminan dari
tebal dan tipisnya taqwa terhadap Allah. Apalagi tidak sedikit
riwayat hadis yang menganjurkan kita bersegera melaksanakan
kebaikan.
Dan saya rasa selama kita belum mengaplikasikan nasehat
khatib, tidak ada jeleknya kalau kita berusaha mendengarkan
materi khutbah walau sudah berulang. Karenanya, sebaiknya kita
mengintropeksi lebih dulu: apakah materi yang disampaikan sudah
kita aplikasikan?
Mengenai pertanyaan mana yang lebih baik, mendengarkan khutbah
sambil ngantuk atau membaca al-Qur'an dalam hati di saat khatib
berkhutbah?
Sepintas mungkin akan kita katakan bahwa membaca
al-Qur'an lebih baik. Namun perlu Anda ketahui Allah telah
mensyari'atkan semua jenis ibadah dengan ketentuan-ketentuan
tertentu, termasuk ketentuan waktu.
Kita jangan hanya melihat
besar-kecilnya pahala sebuah ibadah, enak dan tidaknya sebuah
ibadah kita lakukan, namun kita juga perlu mengetahui kapan dan
dimana sebuah ibadah harus dilakukan.
Dari sini, akan kita
ketahui bahwa membaca al-Qur'an memang sebuah ibadah, tapi jika
kita membaca di saat khutbah (meskipun hanya dalam hati) berarti
kita telah meletakkannya bukan pada tempatnya sebab yang
dianjurkan agama saat khutbah adalah mendengarkan dan meresapi
isi khutbah. Bagaimana kita bisa mengamalkan jika kita tidak
memperhatikan apa yang disampaikan.
Kalaupun kita merasa bosan dengan materi yang disampaikan khatib
yang itu-itu saja, memang saya akui ini adalah salah satu
fenomena khutbah yang harus kita benahi. Namun kenapa kita tidak
mencari jalan keluar yang lebih bijaksana.
Misalnya salat di
mesjid lain yang kita anggap khutbahnya lebih bermutu. Kalau
masjid lainnya jauh, cobalah kita meyakini bahwa yang kita
lakukan (mendengarkan khutbah) adalah ibadah, sebagaimana kita
meyakini bahwa membaca al-Qur'an adalah ibadah. Dengan begitu,
akan membuat kita tidak merasa sia-sia melakukannya, apalagi
bosan. Demikian, Wallahua'lam bisshawaab.
Wassalamualaikum Wr. Wb. Zulfakar Ali Muhammad
[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: