Bosan Mendengarkan Khutbah

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selama ini saya merasa bosan dan jenuh dengan khutbah Jum'at yang dibawakan khotib, selalu itu-itu saja. Dari jaman saya masih kecil hingga sekarang khutbah yang disampaikan temanya hampir sama. Sehingga setiap saya mendengarkan khutbah, rasanya saya sudah pernah mendengarkan sebelumnya.

Yang ingin saya tanyakan adalah :
Bolehkah kita datang ke masjid setelah khutbah selesai, jadi hanya ikut solat jum'at saja. Kalau dalam al-Qur'an yang diwajibkan kan hanya salat Jum'at saja, sedang khutbah tidak diwajibkan.

Apakah boleh salat Jum'at tanpa didahului dengan khutbah. Lebih baik mana, mendengarkan khutbah yang membosankan kemudian ngantuk atau selama khutbah kita membaca kitab suci dalam hati. Bagaimana caranya agar saya tidak merasa bosan dengan khutbah yang disampaikan oleh para dai tersebut, yang kebanyakan hanya sebatas teori-teori saja.

Mohon penjelasannya dan terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Rausal ZKY.

Jawab:

Ulama sepakat bahwa khutbah sebelum shalat adalah salah satu syarat sah Jum'at. Adapun hukum mendengarkan khutbah, ulama Syafi'iyah mengatakan hukumnya sunnah sementara Hanafiyah, Malikiyah dan Hanbaliyah mengatakan hukumnya wajib.

Namun orang yang tidak sempat mengikuti khutbah jika ia sempat salat bersama imam maka salat jum'at nya sah saja.

Kendati demikian, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak mengikuti khutbah, apalagi hanya dengan alasan bosan dengan materi yang disampaikan khatib.

Tingkah laku kita adalah pencerminan dari tebal dan tipisnya taqwa terhadap Allah. Apalagi tidak sedikit riwayat hadis yang menganjurkan kita bersegera melaksanakan kebaikan.

Dan saya rasa selama kita belum mengaplikasikan nasehat khatib, tidak ada jeleknya kalau kita berusaha mendengarkan materi khutbah walau sudah berulang. Karenanya, sebaiknya kita mengintropeksi lebih dulu: apakah materi yang disampaikan sudah kita aplikasikan?

Mengenai pertanyaan mana yang lebih baik, mendengarkan khutbah sambil ngantuk atau membaca al-Qur'an dalam hati di saat khatib berkhutbah?

Sepintas mungkin akan kita katakan bahwa membaca al-Qur'an lebih baik. Namun perlu Anda ketahui Allah telah mensyari'atkan semua jenis ibadah dengan ketentuan-ketentuan tertentu, termasuk ketentuan waktu.

Kita jangan hanya melihat besar-kecilnya pahala sebuah ibadah, enak dan tidaknya sebuah ibadah kita lakukan, namun kita juga perlu mengetahui kapan dan dimana sebuah ibadah harus dilakukan.

Dari sini, akan kita ketahui bahwa membaca al-Qur'an memang sebuah ibadah, tapi jika kita membaca di saat khutbah (meskipun hanya dalam hati) berarti kita telah meletakkannya bukan pada tempatnya sebab yang dianjurkan agama saat khutbah adalah mendengarkan dan meresapi isi khutbah. Bagaimana kita bisa mengamalkan jika kita tidak memperhatikan apa yang disampaikan.

Kalaupun kita merasa bosan dengan materi yang disampaikan khatib yang itu-itu saja, memang saya akui ini adalah salah satu fenomena khutbah yang harus kita benahi. Namun kenapa kita tidak mencari jalan keluar yang lebih bijaksana.

Misalnya salat di mesjid lain yang kita anggap khutbahnya lebih bermutu. Kalau masjid lainnya jauh, cobalah kita meyakini bahwa yang kita lakukan (mendengarkan khutbah) adalah ibadah, sebagaimana kita meyakini bahwa membaca al-Qur'an adalah ibadah. Dengan begitu, akan membuat kita tidak merasa sia-sia melakukannya, apalagi bosan. Demikian, Wallahua'lam bisshawaab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Zulfakar Ali Muhammad