Salat Dhuha
Seri ke-213, Selasa, 25 September 2001
Tanya 1:
Pak Ustadz,
Bisakah saya dijelaskan mengenai keutamaan salat Dhuha, rukun-rukunnya,
waktunya dsb.
Demikian dan terimakasih atas penjelasannya.
Yuniar - Kaltim
Tanya 2:
Mohon petunjuk mengenai waktu yang tepat untuk melakukan salat Dhuha.
Shintalya - Palembang
Tanya 3:
Jam berapa tepatnya kita bisa melaksanakan shalat Dhuha? Berapa hitungan
rakaatnya?
Terima kasih atas jawabannya.
Nuning - Madiun
Tanya 4:
Ustad, saya mau tanya apakah boleh kita membaca surat lain (seperti
al-Iklash) setelah bacaan al-Fatihah pada salat Dhuha? Padahal telah
dijelaskan bahwa setelah al-Fatihah harus membaca surat Dhuha dan al-Syams,
tetapi saya belum terlalu hafal dua surat tersebut. Apakah sah salat Dhuha
saya itu?
Terima kasih atas jawabannya.
Anti
Jawab:
Pelaksanaan salat Dhuha seperti salat-salat lainnya (ya ada ruku' dan
sujudnya, tidak kayak salat mayit yg tanpa ruku' dan sujud). Demikian juga
syarat dan rukunnya, sama dengan salat-salat lainnya.
Waktunya pagi hari. Sejak sekitar jam 8,00 pagi (atau kira-kira setelah
matahari naik dari peraduannya setinggi tombak) sampai masuknya waktu
Dhuhur. Jumlah rekaatnya minimal 2 dan paling banyak 8. Kalau ingin
mengerjakan lebih dari 2, maka melakukannya tiap 2 rekaat salam.
Keutamaannya juga sama dengan salat-salat lain. Karena pada dasarnya ibadah
apapun itu semakin teratur dilakukan maka semakin baik. Hanya saja, jika
dibikin urutan, salat Dhuha itu masih di bawah beberapa salat sunat
lainnya. Karena salat Dhuha termasuk jenis salat sunah yang "ghairu
muakkad" (tidak begitu dianjurkan untuk dilakukan secara kontinyu).
Maksudnya, jika Dhuha saja dilakukan secara teratur, maka salat sunat
Rawatib (yang mengiringi salat-salat wajib 5 waktu, qabliyah dan ba'diyah)
seyogyanya lebih teratur lagi (istiqamah). Karena Rawatib lebih utama dari
Dhuha. Sebagaimana jika Rawatib bisa istiqamah, maka salat Witir harus
lebih istiqaamah lagi (karena Witir lebih utama dari Rawaatib, bahkan Witir
wajib hukumnya menurut madzhab Hanafiyah).
Adapun surat yang perlu dibaca (setelah al-Fatihah) tidak harus al-Syams
dan surat al-Dhuha. Jadi, bila Anda belum hafal kedua surat tersebut, Anda
boleh membaca surat lain. Kalaupun nanti Anda sudah hafal kedua surat tsb
Anda tetap boleh membaca surat lain, karena kedua surat tsb hukumnya hanya
sunah saja.
***
Tambahan. Seusai melakukan salat Dhuha, sebaiknya membaca doa berikut ini:
Allaahumma inna al-dhuha dhuhaauka, wa al-jamaala jamaaluka, wa al-qudrata
qudratuka, wa al-'ishmata 'ishmatuka. In kaana rizkii fi al-ardhi fa
akhrijhu, wa in kaana fi al-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana haraaman fa
thahhirhu, bi haqqi dhuhaaika wa jamaalika wa qudratika, ya Allah.
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya masa pagi ini adalah masa pagiMU, keindahan ini
adalah keindahanMU, kuasa ini adalah kekuasaanMU, kenyamanan ini adalah
kenyamananMU. Seandainya rizki saya tersembunyi di dalam bumi maka
keluarkanlah, jika di langit turunkanlah, jika haram bersihkanlah, berkat
kesejatian masa pagiMU, keindahanMU, dan kekuasaanMU, ya Allah.
Arif Hidayat & Imas Akmalia NA.
[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: