Seputar Jama'ah Salat

Tanya:

Yang saya mau tanyakan:
  1. Seandainya teman saya perempuan sedang salat duluan, apakah kita sebaiknya mengikuti dia untuk mengambil fungsi jamaahnya? Jika iya, apakah kita perlu mempertimbangkan kedalaman beragamanya? Ataukah cukup dengan berpikiran positif saja (husnuzhon)?
  2. Bagaimana caranya jika kita ingin langsung mengikuti teman (wanita) kita yang sedang salat duluan? Apakah dengan menepuk bahunya?
  3. Sekarang jika kita lihat ada ikhwan yang sedang salat duluan, pertanyaannya sama, apakah kita sebaiknya mengikuti dia untuk mengambil fungsi jamaahnya? Dan bagaimana cara jika kita (wanita) ingin mengikutinya? Perlukah seorang yang tadinya salat sendirian itu tahu bahwa dia sekarang sedang memiliki jamaah?
  4. Jika seorang imam (laki-laki) suaranya kurang kencang, sehingga jamaah wanita, tidak bisa mendengar dengan jelas, bagaimana penyelesaiannya? Padahal khan makmum tidak boleh mendahului imam? Apakah boleh makmum wanita itu mengintip sesekali untuk melihat gerakan-gerakan imam laki-laki itu, tujuannya supaya tidak mendahului gerakan imam?

Latifah Retnosari - Jakarta


Jawab:

Saudari Retno,
  1. Seandainya teman perempuan kita sedang salat duluan, kita boleh saja langsung salat dan mengambil fungsi jamaah asalkan dengan syarat kita yakin bahwa dia tidak sedang mengerjakan salat sunah.
  2. Kita tidak perlu mempertimbangkan kedalam agamanya. Dengan dia mengerjakan salat, berarti dia faham tata cara salat, walaupun mungkin tidak mendalam. Adapun cara memberi isyarat bahwa kita ikut bermakmum padanya yaitu dengan menepuk bahunya.
  3. Apabila ada seorang ikhwan yang sedang salat sendirian, lebih baik kita tidak ikut bermakmum kepadanya, karena mungkin berdirinya kita atau bermakmumnya kita di belakang ikhwan tersebut akan membuyarkan konsentrasinya dalam salat. Kecuali kalau di belakang ikhwan tersebut ada shaf laki-laki yang bermakmum kepadanya, maka kita boleh mengikuti jamaahnya, karena kita tidak perlu memberi isyarat pada sang imam.
  4. Salah satu syarat syahnya salat berjamaah adalah mengetahui gerakan imam baik dengan mendengar suaranya atau melihat gerakannya, atau melihat shaf (barisan) yang ada di depan kita. Jadi, bila seorang imam suaranya kurang kencang hingga tidak bisa terdengar oleh jamaah wanita yang berada di belakang, shaf wanita yang paling depan boleh melihat shaf laki-laki yang paling belakang untuk mengetahui gerakan imam dan wanita yang berdiri di shaf belakang cukup mengikuti gerakan-gerakan shaf yang ada di depannya.


Imas Akmalia N.A.